Breaking News

Wali Kota Sebut Kuliner Jadi Destinasi Wisata Unggulan di Banda Aceh

Wali Kota Sebut Kuliner Jadi Destinasi Wisata Unggulan di Banda AcehFoto: Ilustrasi
Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman sedang memasak mie Aceh dalam kegiatan pengenalan kuliner ke Nusantara pada Jum’at (28/6/2019).

RUANGBERITA.CO | Banda Aceh - Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengungkapkan kehadiran wisata kuliner di kawasan Peunayong akan mejadi Multiplayer efek bagi masyarakat Kota Banda Aceh.

Begitu disampaikan Aminullah saat menjadi narasumber dalam dialog Lintas Kutaraja Pagi bersama Radio Republik Indonesia (RRI) Banda Aceh.

Acara bertema “Perindah Kota Pemko Banda Aceh Relokasi Pasar Peunayong”. Dalam dialog tersebut juga dihadirkan narasumber lainnya seperti Kepala Diskopukmdag Kota Banda Aceh M. Nurdin.

“Hadirnya kawasan wisata kuliner di Banda Aceh, masyarakat bukan hanya dapat menikmati makanan saja, tetapi adanya manfaat lain yang sangat besar seperti lahirnya lapangan kerja baru,” jelas Aminullah, dikutip Jumat (11/6/2021).

Belum lagi multiplayer efek lain yakni berkembangnya kota, sentra pariwisata, keindahan kota yang dapat dinikmati, serta meningkatnya perekonomian masyarakat kota Banda Aceh. .

Lebih lanjut Wali Kota mengungkapkan kawasan Peunayong akan ditata kembali, mulai dari pinggir sungai yang akan menjadi Waterfront City, dan penataan seluruh kawasan baik indoor dan outdoor.

“Selain itu, rencananya pinggiran Jalan A Yani juga akan diatapi, karena banyak para pedagang yang berjualan di lokasi tersebut. Saat hujan para pedagang tidak berjualan, maka inilah konsen kita untuk membuka lapangan kerja baru.

“Dengan kita atapi nanti, kita harapkan para pedagang ini terus bisa berjualan, sehingga mereka tidak kehilangan pendapatan walau hujan,” ungkapnya.

Terkait pemindahan pasar di kawasan Peunayong, kata Aminullah, selama ini pasar Peunayong sudah sangat macet. Kondisi pasar juga semerawut dengan lokasi penjualan tidak terkoneksi menjadi satu pasar.

Sehingga pembeli kewalahan saat berbelanja. “Misal antara penjual ikan, sayur, buah, itu masih terpisah-pisah pasarnya,” ungkapnya.

Sedangkan Pasar Al-Mahirah memiliki lokasi yang luas yang dapat menampung banyak pedagang. “Di Pasar Al-Mahirah sekali belanja sudah ada semua disitu, dan juga halaman dan parkir sangat luas,” tutupnya. []

Editor: