Breaking News

Wacana Sekda Jadi Pjs Kepala Daerah, Politisi: yang Penting Tidak Terjadi Kekosongan

Wacana Sekda Jadi Pjs Kepala Daerah, Politisi: yang Penting Tidak Terjadi KekosonganFoto: serambinews.com
Ketua DPD PDIP Aceh Muslahuddin Daud

RUANGBERITA.CO | Banda Aceh - Ketua DPD PDIP Aceh Muslahuddin Daud menilai wacana penunjukan Sekda sebagai Pejabat Sementara (Pjs) menggantikan posisi kepala daerah pada Pilkada serentak 2024 merupakan sesuatu yang biasa, dan lazim terjadi dimanapun.

"Yang penting tidak ada yang kosong. Ketika masa jabatan kepala daerah habis, secara administrasi pemerintahan memang dijabat oleh Sekda. Dimana-mana juga sama kok. Tidak ada yang istimewa menurut saya," ucap Muslahuddin Daud kepada Ruangberita.co saat ditemui di Banda Aceh, Kamis (20/5/2021).

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Cek Mus oleh sebagian koleganya itu mengatakan secara prinsip sistem pemerintahan tidak boleh berhenti, sehingga pelayanan terhadap masyarakat dapat terus berjalan.

"Pjs itu kan bersifat sementara, jadi tidak masalah. Yang penting ini kan bagaimana sistem administrasi pemerintahan tidak berhenti. Harus ada orangnya lah yang mengisi posisi tersebut," jelas Cek Mus.

Namun, pria kelahiran Pidie Jaya ini memberi catatan khusus terkait status posisi Sekda jika nantinya wacana tersebut ditetapkan.
Ia berpandangan masa jabatan Pjs kepala daerah seyogyanya jangan terlalu lama disandang, karena kepala daerah merupakan jabatan politis.

"Makanya Pjs gak boleh lama-lama. Secepatnya lah, jangan lebih dari sebulan. Ketika masa jabatan habis, harus segera di isi oleh Penanggung Jawab (Pj)," terang Cek Mus.

Dia juga menambahkan pada masa transisi tersebut, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) hendaknya dapat dimaksimalkan sehingga dapat membackup kerja dan peran Pjs nantinya.

Pada saat yang sama, sambungnya, hirarki pembinaan tata kelola pemerintahan, dalam hal ini menjadi domainnya Kemendagri, juga dapat dapat digunakan.
"Suprastruktur yang dipersiapkan negara sebenarnya sudah siap. Bagi saya tidak ada yang harus dikhawatirkan," demikian Ketua DPD PDIP Aceh Muslahuddin Daud.

Editor: