Breaking News

UNHCR Minta Pemkot Tampung Imigran Rohingya di BLK Lhokseumawe

UNHCR Minta Pemkot Tampung Imigran Rohingya di BLK Lhokseumawe
81 imigran Rohingya yang terdampar di Aceh Timur berada di bawah pengawasan UNHCR. (dok. Kumparan)

RUANGBERITA.CO | Aceh Timur - Sebanyak 81 imigran Rohingya yang terdampar di Pulau Idaman, Kabupaten Aceh Timur diminta untuk tetap berada di Aceh untuk sementara. 

United Nations High Commissioner for Refugess (UNHCR) Perwakilan Indonesia meminta izin kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Lhokseumawe agar menampung 81 imigran tersebut.

Assistant Protection Officer UNHCR Indonesia, Tria mengatakan pihaknya meminta Pemkot Lhokseumawe menampung 81 imigran Rohingya untuk menempati shelter Balai Latihan Kerja (BLK) Lhokseumawe.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Pemkot Lhokseumawe dan Pemkab Aceh Timur dan berharap nantinya warga Rohingya yang terdampar di Pulau Idaman ini dapat ditampung di penampungan sementara di BLK Lhokseumawe," kata Tria, dilansir Antara, Sabtu (7/6/2021).

Ia mengungkapkan bahwa nasib 81 imigran itu sedang menunggu hasil keputusan pemerintah daerah.

"Bantuan kemanusiaan berupa makanan dan logistik lainnya sudah diberikan oleh Pemkab Aceh Timur, namun bagaimana nasib imigran gelap ini masih menunggu hasil koordinasi tim di lapangan dengan pemerintah," ucapnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, Kepala Bagian Humas Pemkot Lhokseumawe, Marzuki mengatakan bahwa pihaknya belum mendapatkan surat resmi dari UNHCR terkait permintaan untuk menampung 81 imigran Rohingya di shelter BLK Lhokseumawe.

"Tidak ada masuk surat resmi dari UNHCR. Jika pun ada, pastinya pasti akan diadakan rapat koordinasi," ungkap Marzuki.

Marzuki menyebutkan bahwa masih ada 15 imigran Rohingya yang saat ini berada di shelter BLK Lhokseumawe.

"Jika nanti 81 imigran Rohingya tersebut dipindahkan ke BLK Lhokseumawe, maka kami berharap agar terlebih dahulu 15 imigran tersebut dipindahkan, agar tidak bercampur," tuturnya. []

Editor: