Breaking News

Una Maulina Selebgram Aceh yang Miliki Segudang Aktifitas Endorse di Bulan Ramadhan

Una Maulina Selebgram Aceh yang Miliki Segudang Aktifitas Endorse di Bulan Ramadhan
Una Maulina Selebgram Aceh. Photo istimewa

RUANGBERITA.CO I Banda Aceh -  Memiliki ratusan ribu follower (pengikut) di media sosial Instagram, tidak membuat selegram asal Aceh, Una Maulina menjadi jumawa. Menurut dara cantik yang lahir di Sabang 13 September 1995 ini, menjadi motivasi baginya untuk terus melakukan hal-hal positif agar berguna bagi orang lain.

Dibalik aktifitasnya yang sedemikian padat memenuhi kontrak endorse sejumlah produk, pada Senin, 12 April 2021, Una, demikian panggilan akrabnya, meluangkan waktunya kepada tim Ruangberita untuk diwawancara melalui sambungan langsung mengenai kegiatannya sehari-hari.

Menurut Una, menjadi seorang influencer tidaklah mudah. Yang bersangkutan harus mampu menyebarkan nilai-nilai kebaikan dan aktifitas positif dalam kehidupan sehari-harinya melalui postingan dan unggahan di media sosial yang dimilikinya, sehingga menjadi panutan bagi followernya.

Agar memiliki jumlah follower yang banyak, tambah Una, harus ‘membranding’ diri sendiri sehingga memiliki perbedaan dengan selegram lainnya. Hal ini sekaligus merupakan tips darinya jika seseorang ingin meningkatkan jumlah follower pada media sosial yang dimilikinya.

“Influencer itu lebih bagaimana cara mempengaruhi pengikut kita kepada sesuatu yang bersifat baik. Menurut saya yang harus dilakukan adalah membranding diri sendiri. fashionnya di mana. Misalnya suka pada aspek style. Jadi yang harus diperkuat adalah stylenya dimana. Lakukan sesuatu yang berbeda, dan tentunya positif, sehingga banyak diikuti, serta menjadi panutan orang,” ujar Una.

“Atau misalnya sukanya di healthstyle. Pergi nge gym, atau konsumsi makanan sehat. Nah apa yang dilakukan itu sebisa mungkin dapat mempengaruhi pengikutnya kepada sesuatu yang baik. Kalau banyak follower, tapi tidak menampilkan sesuatu yang baik dan berbeda, sama saja. Apanya yang berbeda,” tambah dia lagi.

Bagaimana tanggapannya terhadap followernya yang menyapanya lewat direct messenger (DM)? Terkait hal ini, Una mengaku berusaha ramah terhadap siapa saja. Pun demikian, dia menegaskan tetap membatasi diri terhadap situasi tersebut.

“Kalau ada yang perlu dan penting, dtanggapi, kalau yang iseng-iseng saja tidak,” tegas Una.
Memasuki bulan Ramadhan tidak membuat aktifitas wanita yang memiliki tinggi 160 cm itu berkurang.

Di akui olehnya, hingga saat ini sudah ada beberapa perusahaan, baik perusahaan lokal yang ada di Aceh, maupun luar Aceh, yang menghubunginya untuk melakukan endorse terhadap produk yang dimiliki perusahaan tersebut.

“Belum full sih. Tapi selama bisa dikerjain, Una kerjain. Jadi prinsipnya tidak Una batasi. Tapi kalau sudah terlalu full Una tolak juga,” kata dia.

Walau demikian, perempuan yang pernah viral pada awal tahun lalu karena kedekatannya dengan salah seorang artis di tanah air itu berusaha fokus dengan bulan Ramadhan. Sebagai seorang muslim taat, ia berusaha untuk meningkatkan kualitas ibadahnya pada bulan baik tersebut.

Kepada kaum mileneal, ia menyarankan agar kualitas dan kuantitas selama bulan suci Ramadhan agar lebih ditingkatkan. Tidak lupa juga ia mengingatkan untuk selalu menjaga kebugaran dengan rajin berolahraga, sehingga kondisi dan stamina tubuh selalu fit dan baik.

”Hendaknya pada bulan Ramadhan ditingkatkan ibadahnya, misalnya baca Al-Quran, kalau bisa khatamnya lebih dari satu kali. Jangan lupa juga jaga kesehatannya, sebelum buka puasa harusnya olah raga dulu, 15 atau 20 menit, karena harus fit juga kan,” terang dia.

Selain berolahraga, Una juga menyampaikan agar tidak lupa mencukupi kebutuhan tubuh akan asupan cairan. Untuk mengatasi hal tersebut harus diperbanyak minum air putih sehingga tubuh dapat memenuhi kebutuhan cairan dan tidak mengalami dehidrasi.
”Apalagi kalau di Aceh itu menu bukaannya kan banyak yang jenis gorengan. Jadi harus di seimbangkan dengan banyak minum air putih,” jelas Una.

Lebih lanjut Una menceritakan, ada perbedaan yang signifikan antara puasa tahun lalu dan saat ini. Dia merasa, puasa tahun ini lebih bebas untuk melaksanakan ibadah jika dibandingkan tahun lalu. Menurut Una, kasus wabah Covid-19 di Aceh telah jauh menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

“Puasa itu juga kan identik dengan silaturahmi dengan teman-teman, komunitas, dan kelompok melalui aktifitas buka Bersama. Nah, tahun lalu itu kita tidak bisa melakukan itu karena wabah Covid-19 sedang ‘ganas-ganasnya’. Tapi kalau sekarang kan sudah jauh lebih baik, sehingga kita bisa reunian dan buka puasa bareng dengan teman-teman SMA, SMP, atau bahkan kawan-kawan SD,” terang dia.

Kepada kaum mileneal, Una menyampaikan masukan agar tetap menjaga kesehatan agar ibadah selama Ramadhan tetap terjaga dengan baik. Meskipun kasus Covid-19 sudah jauh menurun, ia tetap menyarankan agar seluruh teman-teman mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) yang telah di anjurkan pemerintah.

“Walaupun seperti tidak ada lagi, Covid-19 ini kan masih menjadi ancaman. Jadi buat teman-teman yang ingin bepergian, buka puasa bareng misalnya, aturan Prokes harus tetap kita patuhi. Pake masker, jaga jarak, dan juga rain mencuci tangan. Dan satu lagi, rajin berolah raga agar kondisi kesehatannya tetap terjaga dengan baik,” tutup Una.

Selamat Hari Raya Diskominfo Aceh
Iklan Bank Aceh Selamat Hari Raya
Iklan Pemkab Pijay
Selamat Hari Raya Sekda Aceh