Breaking News

Tunggak Pajak Hingga Rp 494 Juta, Pengusaha di Lhokseumawe Dijebloskan ke Penjara

Tunggak Pajak Hingga Rp 494 Juta, Pengusaha di Lhokseumawe Dijebloskan ke Penjara

RUANGBERITA.CO | Lhokseumawe - Kejaksaan Negeri Lhokseumawe menjebloskan seorang Direktur Utama PT. Harun Plaza berinisial I ke lapas setempat, pada Kamis, 18 November 2021 kemarin.

I dipenjara lantaran melakukan tindak pidana perpajakan, dengan kerugian negara sebesar Rp 494 juta.

Kasi Intel Kejari Lhokseumawe Miftahuddin mengatakan, pemilik PT. Harun Plaza ini dipenjara setelah terbukti bersalah tidak membayar pajak sebesar Rp 494 juta.

"I ini terbukti bersalah melanggar Pasal 39 ayat 1 huruf d dan l UU Nomor 6 tahun 1983 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan," kata Miftahuddin kemarin.

Lanjut Kasi Intel Kejari Lhokseumawe itu mengatakan, pemilik PT. Harun Plaza ini akan menjalani pidana kurungan penjara selama 1 tahun 3 bulan dendang denda sebesar Rp 1,1 milar lebih.

"Bila terpidana tidak membayar denda paling lama dalam waktu satu bulan sesudah putusan pengadilan, maka harta benda akan disita," katanya.

Terlebih lagi, kata Miftahuddin, apabila harta itu tidak cukup juga, maka yang bersangkutan akan ditambah pidana kurungan selama 3 bulan berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor 1840 K/Pid.Sus/2021 tertanggal 1 September 2021.

"Kasus ini berawal dari tersangka I yang mendirikan swalayan di tahun 2015, namun yang bersangkutan tidak membayar pemotongan pajak kepada negara," ungkapnya.

Editor: