Breaking News

Tips Jaga Kesehatan Selama Musim Hujan di Akhir Tahun Ini

Tips Jaga Kesehatan Selama Musim Hujan di Akhir Tahun IniFoto: Antara

RUANGBERITA.CO | Banda Aceh - Tahun 2021 akan segera berakhir. Ini menandakan bahwa musin penghujan akan terus menyapa masyarakat Indonesia. 

Mulai bulan September lalu, hujan sudah mulai mengguyur beberapa wilayah yang ada di Indonesia dengan tingkat curah hujan yang beragam. Melansir informasi dari Instagram PSTA Lapan, hujan diprediksi akan mengalami penurunan mulai awal tahun depan. 

"Hujan maksimum & merata di seluruh wilayah Indonesia terjadi Desember 2021, Januari-Februari 2022 di barat Indonesia cenderung mengalami penurunan. Kondisi anomali yang lebih basah diprediksi terjadi di timur Indonesia akibat pergerakan konveksi secara zonal dari barat ke timur," terangnya. 

Pada bulan November ini hujan juga kembali mengguyur sebagian wilayah Indonesia, mulai dari Provinsi Aceh, Bengkulu, Jakarta, Gorontalo, Makassar dan sebagian wilayah Indonesia Timur lainnya. 

BMKG mengingatkan "Waspada potensi hujan disertai kilat/petir angin kencang di Jaksel, Jaktim, dan Jakbar pada sore hari", melalui laman resminya. 

Lalu, selama menghadapi musim penghujan yang terjadi terus menerus, tubuh juga akan mulai merasakan dampaknya. Hal itu diakibatkan oleh perubahan cuaca, iklim, kelembapan bahkan kualitas udara.

Suhu udara yang semakin dingin dipercaya membuat seseorang merasa lebih cepat terserang penyakit, misalnya flu, demam, diare dan sebagainya. Oleh karena itu kesehatan tubuh juga harus tetap djaga dengan beberapa tips berikut agar lebih kebal dan siap menghadapi dinginnya cuaca.

1. Konsumsi jambu biji/guava 
Janbu biji kaya akan vitamin C yang mampu mengurangi potensi infeksi penyakit. Vitamin C dipercaya mampu meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga mencegah infeksi penyakit seperti flu, batuk, dan pilek.

Jambu biji ini memiliki sifat antimikroba yang membantu tubuh membunuh virus dan bakteri yang menyebabkan infeksi. Oleh karena sifatnya yang membawa keuntungan bagi tubuh, saat musim hujan tiba, perbanyak konsumsi buah ini baik secara langsung atau dalam bentuk jus.

2. Konsumsi Probiotik
Tak hanya jambu biji, makanan atau minuman yang mengandung probiotik, seperti yogurt, tahu, tempe, atau sayurn fermentasi juga dapat membantu menjaga usus agar sistem pencernaan tetap lancar. Bakteri probiotik dalam makanan atau minuman dapat membantu menjaga keseimbangan mikroesosistem dalam sistem pencernaan dan memperlancar proses pencernaan.

Nah, di musim hujan, kualitas makanan yang kita asup perlu lebih diperhatikan agar tidak terserang infeksi. Hal itu bisa diakibatkan oleh lingkungan yang mulai tergenang air, yang menjadi sarang bakteri dan virus untuk berkembang biak.

3. Olahraga
Cuaca dingin membuat tubuh enggan bergerak, kasur dan selimut adalah teman utama bila musim hujan menghampiri. Sebaliknya, hujan dan cuaca dingin seharusnya tak membuat kita malas berolahraga dan berdiam diri dirumah saja. Di rumah pun, kita bisa mulai melakukan oahraga ringan seperti pemanasan, senam dan lompat tali. Jika sudah mulaisuka berolahraga, kita dapat mencoba push up, sit up, Yoga dan Pilates.

Baca Juga: Sering Gagal Diet? Coba 6 Tips Ini agar Berhasil

3.Mencuci tangan dengan bersih
Karena penularan virus mudah terjadi melalui kontak fisik, selalu perhatikan kebersihan tangan. Cuci tangan hingga bersih untuk mencegah penyebaran kuman penyakit. Kita bisa menggunakan hand sanitizer agar lebih simpel, di mana pun dan kapan pun, untuk meminimalkan risiko penularan penyakit. Lakukan langkah sederhana ini sebagai cara menjaga kesehatan kita di musim hujan.

4. Memiliki wkatu tidur yang cukup
Tidur merupakan salah satu kebutuhan dalam hidup semua orang untuk beristirahat, sekaligus mengisi ulang energi tubuh. Bukan hanya sekadar tidur, kita harus memiliki waktu tidur yang cukup  agar tubuh bisa berfungsi dengan baik dan benar karena kurang tidur dapat mengganggu fungsi tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk Anda memenuhi kebutuhan tidur setiap hari.

Namun, tak sedikit dari kita yang merasa tidak bugar ketika bangun tidur di pagi hari. Itu bisa jadi tanda kualitas tidur kita kurang baik atau tidak cukup. Di musim penghujan, kualitas tidur semakin penting untuk diperhatikan. Dilansir dari Kementerian Kesehatan, waktu tidur yang baik dibagi berdasarkan kelompok usia. Anak usia 0-1 bulan sebaiknya tidur selama 14-18 jam sehari, anak usia 1-18 bulan tidur selama 12-14 jam perhari, dan anak usia 3-6 tahun membutuhkan waktu tidur sekitar 11-13 jam perhari.

Kemudian anak usi 6-12 akan tidur selama 10 jam, remaja usia 12-18 tahun cukup tidur selama 8-9 jam saja dan usia 18-40 tahun harus tidur selama 7-8 jam sehari. Sedangkan usia diatas 40 membutuhkan waktu tidur selama 6-7 jam perhari.

5. Mengelola stres

Kemampuan mengelola stres pada seseorang berbeda-beda, terlebih di musim hujan. Suasana sendu akibat hujan membuat seseorang mudah merasa sedih dan cemas. 

Stres akan memberi dampak fisiologis, seperti gelisah, detak jantung meningkat, dan mudah letih. Dalam buku Psikologi karya Carole Wade dan Carole Tavris, manajemen stres salah satunya dapat dilakukan dengan strategi fisik, yakni menenangkan diri melalui relaksasi. Relaksasi dapat dilakukan di mana pun dan kapan pun, dengan membiarkan tubuh menerima rangsangan baik berupa suara, bau, atau sentuhan yang dapat menenangkan diri.

Editor: