Breaking News

Tidak Boleh Mudik, Presiden Imbau Warga Tak Sebabkan Kerumunan Saat Natal dan Tahun Baru

Tidak Boleh Mudik, Presiden Imbau Warga Tak Sebabkan Kerumunan Saat Natal dan Tahun BaruPresiden Joko Widodo.

RUANGBERITA.CO | Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta masyarakat agar tidak menyebabkan kerumunan selama libur natal dan tahun baru (nataru).

Pemrintah juga tidak melakukan penyekatan arus lalu lintas selama akhir tahun ini.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa hal itu dilakukan berdasarkan arahan presiden.

"Intinya sesuai arahan presiden tidak ada penyekatan (saat libur Nataru). Tidak ada penyekatan tetapi kita imbau, kita serukan kepada seluruh masyarakat untuk tidak bepergian, kecuali untuk tujuan-tujuan primer," kata Muhadjir usai rapat terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Kamis (18/11/2021) kemarin.

Dia menyebutkan, pemerintah tidak akan membuat aturan khusus untuk menyekat mobilitas masyarakat. Pemerintah hanya mengimbau agar masyarakat tetap di rumah selama libur akhir tahun. Masyarakat diminta merencanakan kegiatan libur Nataru yang bersifat kekeluargaan yang tetap nyaman dan gembira.

Kebijakan terkait libur nataru disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku pada PPKM Level 3. Meski demikian, dia menegaskan, bukan berarti daerah yang sudah berstatus PPKM level 1 diturunkan lagi levelnya ke level 3.

"Bukan begitu. Jadi memang khusus selama libur Nataru itu digunakan ketentuan yang berlaku untuk PPKM level 3. Lalu nanti ada beberapa tambahan sesuai arahan Bapak Presiden, terutama pelarangan dan pengetatan pertemuan-pertemuan yang berskala besar," ucap Muhadjir. "Untuk mobilitas tentu akan diperketat terutama dalam kaitannya dengan protokol kesehatan, termasuk swab antigen, PCR, kemudian juga vaksin terutama (bagi) mereka yang akan bepergian," jelasnya

Sebelumnya, pada 25 Oktober 2021 lalu, Presiden Jokowi juga telah mengarahkan kepala daerah untuk mengelola libur nataru dengan baik agar tidak ada peningkatan kerumunan dan mobilitas masyarakat seperti mudik.

Berkaca dari tahun sebelumnya, lonjakan kasus positif Covid-19 selepas libur natal meningkat.

"Saya minta betul-betul agar dikelola, diatur, sehingga Natal dan tahun baru ini berjalan dengan tidak ada kerumunan," katanya saat memberikan pengarahan kepada para kepala daerah se-Indonesia secara virtual di Istana Merdeka, Jakarta dikutip dalam keterangan pers, Jumat (19/11/2021).

Presiden bahkan meminta semuanya dipersiapkan secara detail.

"Saya harapkan semuanya dirancang, direncanakan secara detail sesuai dengan kondisi masyarakat setempat, menghargai norma-norma yang ada. Tetapi sekali lagi, tetap sesuai dengan protokol kesehatan dengan gas dan rem yang dinamis, selalu waspada, siap siaga, cepat bertindak, itu yang terus harus kita jaga," pungkasnya.

Editor: