Breaking News

Terkait Permasalahan KMP Aceh Hebat 1, Pensus Gubernur Sarankan Publik Surati KNKT

Terkait Permasalahan KMP Aceh Hebat 1, Pensus Gubernur Sarankan Publik Surati KNKT
Penasehat khusus Gubernur Aceh yang ditempatkan pada Dinas Perhubungan Aceh, Thamren Ananda.

RUANGBERITA.CO I Banda Aceh - Penasehat khusus Gubernur Aceh yang ditempatkan pada Dinas Perhubungan Aceh, Thamren Ananda, angkat bicara mengenai isu KMP Aceh Hebat 1 yang mengalami mati mesin di tengah laut saat berlayar dari Simeulu menuju Calang, Aceh Jaya pada Senin dinihari, 29 Maret 2021.

Dia meminta kepada semua pihak untuk melakukan tindakan nyata, dan tidak hanya beropini 'liar' yang pada akhirnya akan menimbulkan kepanikan di masyarakat.

Kepada RUANGBERITA.CO, Rabu, 31 Maret 2021, Thamren menjelaskan mengutip keterangan yang disampaikan oleh Kepala Bidang Laut Dinas Perhubungan Aceh, Al Qadri, melalui portal serambinews.com pada Senin, 29 Maret 2021 bahwa apa dialami oleh KMP Aceh Hebat 1 saat berlayar dari Simeulu menuju Calang disebabkan oleh gangguan pada jaringan panel listrik sehingga listrik di kapal tersebut mati total.

"Mesin nya tetap hidup, dan yang mati itu listriknya," ujar Thamren.
Pasca kejadian itu, opini 'ugal-ugalan' pun berkembang di media sosial jika kapal kebanggaan masyarakat Aceh itu mengalami mati mesin hingga menjurus pada dugaan bahwa KMP Aceh Hebat 1 merupakan kapal bekas.

Menyikapi hal tersebut, Thamren menyebutkan isu yang menggelinding liar itu adalah sesuatu yang wajar mengingat hal tersebut menyangkut keselamatan jiwa masyarakat, khususnya penumpang.

"Untuk mengetahui kepastian apakah kapal Aceh Hebat 1 mati mesin atau hanya mengalami gangguan listrik, kita bisa mengecek melalui Logbook dan Global Positioning System (GPS) yang ada di kapal. Cuma itu alat bukti yang sah," tegas mantan aktifis 98 yang saat ini menjadi salah satu pengurus DPW Partai Nasdem Aceh itu.

Untuk itu, lanjutnya, dia meminta kepada publik untuk tidak mengambil kesimpulan tanpa dasar dan melakukan 'framing opini' seolah-olah KMP Aceh Hebat 1 adalah kapal bekas.

"Hal ini sangat serius, dan berbahaya jika dibiarkan berkembang. Karena bisa melahirkan ketakutan dan kepanikan bagi masyarakat," jelas dia.
Menurut pria asal Pidie Jaya ini, Pemerintah Aceh telah berusaha semaksimal mungkin memberi pelayanan terbaik bagi rakyat, termasuk memberikan kepastian soal keselamatan bagi masyarakat yang menggunakan KMP Aceh Hebat 1.

"Ada pihak yang memiliki otoritas untuk memastikan apakah kapal tersebut baru atau bekas, layak atau tidak saat beroperasi. Ketika dinyatakan 'layak jalan' sudah pasti memenuhi standar keselamatan terhadap penumpang," ucap Thamren.
Bagi dia, isu dan opini yang berkembang terhadap permasalahan kapal KMP Aceh Hebat 1 merupakan atensi dan bentuk kepedulian masyarakat terhadap program Pemerintah Aceh. Thamren pun mengajak semua pihak untuk berpikir secara objektif dan mengambil langkah nyata terhadap persoalan itu.

"Dari pada sibuk beropini di medsos namun tidak ada perubahan untuk keselamatan rakyat, sebaiknya bagi teman-teman yang sangat perhatian terhadap KMP Aceh Hebat 1, ada baiknya menyurati Komite Nasional Untuk Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan penyelidikan. Ini semua demi keselamatan rakyat," tutup Thamren.

Sekedar menambahkan informasi, merujuk pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran setiap kapal yang berlayar wajib memperoleh izin laik berlayar dari Syahbandar dengan mengantongi Surat Persetujuan Berlayar (SPB). Sebelum berlayar, tentunya KMP. Aceh Hebat 1 telah memperoleh SPB dan dinyatakan laik layar dari Syahbandar setempat.

Iklan Biro Pengadaan Barang dan Jasa
DPRK Aceh Besar Ucapan Ramadhan
Iklan Badana Pengelola Keuangan Aceh