Breaking News

Syamsudin Mahmud, Dari Pakar Ekonomi Moneter Hingga Sikapnya yang Bersahaja

Syamsudin Mahmud, Dari Pakar Ekonomi Moneter Hingga Sikapnya yang BersahajaFoto: Ucok Parta/Acehkita.com
Syamsudin Mahmud.

RUANGBERITA.CO Banda Aceh - Wafatnya mantan Gubernur Aceh Syamsudin Mahmud tak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan kerabatnya, namun rasa kehilangan juga menggelayuti para koleganya yang selama ini dekat dengan almarhum.

Salah satunya adalah Rustam Effendi. Akademisi Fakultas Ekonomi USK yang saat ini sering dimintai pendapatnya mengenai kondisi ekonomi Aceh oleh awak media ini menggambarkan bahwa Pak Syam (demikian Rustam menyebutnya) merupakan sosok yang sangat sederhana dan bersahaja.

"Beliau jauh dari kesan jikalau ia seorang pejabat dan menyandang status profesor. Sangat sederhana," ujar Rustam kepada ruangberita saat ditanya kesan dirinya terhadap Syamsudin Mahmud yang wafat hari ini, Sabtu, 22 Mei 2021 di RSUZA.

Kesan bersahaja itu, sambungnya, bukan hanya dilihat saat ini saja, namun telah dirasakan saat dirinya menjadi mahasiswa pada mata kuliah yang diasuh Syamsudin Mahmud, Ekonomi Moneter, sekitar tahun 1984.

"Beliau itu sangat disenangi oleh mahasiswa. Gaya mengajarnya yang lucu dan humoris, kemudian ramah terhadap siapa saja. Jadi semuanya merasa sangat dekat dengan beliau," beber Rustam.

Dia pun menceritakan salah satu momen yang menggambarkan sikap apadanya dari seorang Syamsudin Mahmud. Saat itu, Pak Syam sempat kebingungan untuk menyebutkan Tampi atau Tampah (alat untuk memisahkan beras batu, padi, kotoran, dan sejenisnya) dalam bahasa Indonesia.

"Tanpa sungkan, saat itu Pak Syam langsung saja menyebut "Ji'e" untuk menyebutkan alat itu. Kontan saja seisi kelas tertawa," kenang Rustam.

Pada kesempatan yang lain, kedekatan mahasiswa terhadap Pak Syam diceritakan Rustam lewat terbentuknya grup bola dimana Pak Syam juga ada di dalamnya. Saat itu Syamsudin Mahmud sedang menjabat sebagai Gubernur Aceh.

"Waktu kita main bareng itu, kita sengaja memberi peluang kepada beliau untuk mencetak gol. Saat beliau cetak gol, dengan senangnya beliau jungkir balik disitu," ungkap Rustam sembari tertawa mengenang momentum manis itu.

Selain bersahaja, lanjut dia, Syamsudin Mahmud juga dikenal kepakarannya pada bidang Ekonomi Moneter. Keahlian ini, sebut Rustam, telah diakui oleh pakar ekonomi lainnya di tingkat nasional.

"Beliau telah menulis buku tentang ekonomi moneter. Beliau itu memang tokoh yang disegani di level nasional," jelas Rustam.

"Pada masa itu, Bank Indonesia termasuk pihak yang paling mendengar pandangan dan masukan beliau. Jadi Pak Syam ini termasuk salah satu ahli Ekonomi Moneter di Indonesia," tambah Rustam.

Sebagai seorang murid, Rustam mengaku sangat kehilangan sosok Syamsudin Mahmud. Ia menyiratkan penyesalan mendalam saat mengetahui ternyata mantan dosennya itu dirawat di rumah sakit Zainal Abidin.

"Saya tidak mengetahui kalau Pak Syam dirawat. Katanya terinfeksi Covid-19 ya? Mungkin karena itu ya beliau tidak mengabarkan ke saya. Biasanya ibu (istri Pak Syam) menghubungi saya," jelasnya.

Dimata Rustam, sosok mantan Gubernur Aceh era 1993-2000 itu telah memberi kesan mendalam bagi dirinya. Dikatakan olehnya, semasa Pak Syam masih aktif mengajar dulu, Pak Syam selalu mendorong mahasiswanya untuk menulis, bersolidaritas terhadap sesama dan saling membantu.

"Saya terkesan sekali dengan sikap beliau yang amat sangat bersahaja serta sederhana. Jauh dari kesan sombong. Sangat bersahaja. Luar biasa sekali beliau itu," ucapnya berulang-ulang.

Seperti yang telah diketahui, salah seorang putra terbaik Aceh, Syamsudin Mahmud, wafat hari ini di RSUZA Sabtu, 22 Mei 2021 sekitar pukul 10.30 WIB pagi tadi.

Kepergian Syamsudin Mahmud menghadap sang khalik juga dibenarkan oleh humas RSUZA, Rahmadi. Melalui percakapan Whatsapp, Rahmadi memberi konfirmasi bahwa Syamsudin Mahmud meninggal dunia.

"Iya pak," jawabnya singkat, Sabtu, 22Mei 2021.
Selamat jalan Pak Syam. Terima kasih atas jasa dan sumbangsih bapak terhadap Aceh. Semoga bapak ditempatkan ditempat yang layak disisiNYA. Amin.