Breaking News

Sttt! Ada 'RO' Pada Pengelolaan Dana Desa di Bireuen

Sttt! Ada 'RO' Pada Pengelolaan Dana Desa di BireuenFoto: Ist
Bimtek aparatur gampong di Kampus Uniki, Bireuen.

RUANGBERITA.CO I Bireuen - Polemik dana desa di Kabupaten Bireuen yang diduga terjadi penyelewengan dalam pengelolaannya disebut-sebut telah terjadi secara struktur dan massif.

Melalui modus pelaksanaan kegiatan peningkatan kapasitas aparatur gampong (Bimtek), kegiatan tersebut disinyalir melibatkan oknum tertentu dilingkaran pemerintahan Kabupaten setempat.

Sejumlah Keuchik di wilayah bergelar Kota Juang itu mengaku diancam dan diintimidasi oleh oknum tertentu jika tidak mengikuti kegiatan Bimtek yang diselenggarakan.

"Kami sebagai keuchik selalu di peumaop (dihantui) dan di peuyo (ditakut-takuti) oleh oknum-oknum pemerintah," ujar seorang Keuchik dilingkungan Kabupaten Bireuen yang tidak ingin namanya disebutkan kepada Ruangberita.co, Senin, 21 Juni 2021.

Ia menegaskan, secara psikologis seluruh Keuchik yang ada di 609 desa di Bireuen saat ini dalam keadaan tertekan. Rata-rata bentuk intimidasi yang diterimanya berupa ancaman pemeriksaan anggaran dana desa.

"Desa ini kalau tidak mengikuti Bimtek akan ada pemeriksaan, apakah desa tersebut ada penyelewengan atau tidak. Ancaman kasih takut Keuchik di gampong, ancaman akan turun pemeriksaan, macam-macam ancamannya," ungkap laki-laki yang aktif pada organisasi Asosiasi Perangkat Desa (APDESI) Kabupaten Bireueun ini.

Saat disinggung apakah dirinya juga pernah mengikuti kegiatan Bimtek yang dimaksud, dirinya mengakui jika ikut serta. Namun, hal itu dilakukan karena ia merasa terintimidasi sehingga terpaksa mengikuti kegiatan Bimtek itu.

Lebih lanjut ia menerangkan, jika merujuk pada aturan yang ia ketahui, Bimtek itu harusnya dilaksanakan dan diselenggarakan oleh masing-masing gampong itu sendiri. Namun faktanya, kegiatan Bimtek yang ia ikuti diselenggarakan oleh lembaga tertentu yang selanjutnya ia sebut sebagai pihak ketiga.

"Kadang-kadang ada kapasitas perangkat desa yang belum mumpuni, kami undanglah pemerintah sebagai narasumber untuk mengajari kami. Jika menggunakan mekanisme seperti itu gak masalah. Tapi hari ini yang terjadi tidak seperti itu. Ambil dana desa, bawa kami 'main-main' keluar daerah dua hari, kemudian dipulangkan. Dan yang menyelenggarakan itu pihak ketiga," bebernya panjang lebar.

Terkait surat edaran Bupati Bireuen yang melarang kegiatan Bimtek, ia menegaskan tidak menerima surat edaran tersebut. Ia mengaku belum pernah melihat surat yang dimaksud.

"Surat itu tidak pernah diberi ke kami. Namun, Pemkab hanya berkoar-koar saja kalau Bimtek dilarang, tapi Bimtek tetap dilaksanakan. Abah hanjeut le peugot Bimtek, tapi buet Bimtek jak aju," ujarnya bernada kesal.

Ia telah menghubungi beberapa relasinya sesama Keuchik di beberapa kabupaten lain, semisal Pidie, Pidie Jaya, dan Lhokseumawe. Namun, ia tidak mendengar adanya kegiatan Bimtek pada kabupaten yang lain.

"Saya punya teman satu atau dua orang di Sigli dan Lhokseumawe. Saya telpon 'ada dibuat Bimtek disana' mereka jawab tidak. Yang ada Bimtek hanya di Bireuen. Karena disini masih ada 'RO'," terang dia.

Saat diklarifikasi siapa yang disebut RO, dengan singkat sumber menjawab 'Raja Olah' tanpa menjelaskan siapa pihak yang dimaksud.

"Na neuteupeu RO? raja olah," ucapnya dengan lugas.

Sebelum menutup keterangan, sumber ini berharap agar memperhatikan dan membantu Bireuen terhadap persoalan ini. Ia juga meminta atensi anggota dewan, baik di DPRK Bireuen, dan anggota dewan terpilih dari dapil Bireuen yang ada di DPRA untuk 'tidak menutup mata' pada persoalan tersebut.

"Neu bantu Bireuen siat. Anggota dewan yang ada di Bireuen ramai, tetapi dewan yang berani mengkritisi soal ini hanya Abu Suhai (Wakil Ketua DPRK, Suheimi). Dewan lain yang sudah dipilih oleh rakyat ngapain mereka disana. Itu pertama. Yang kedua, Dewan di DPRA yang berasal dari Bireueun ramai, tetapi yang hanya bersuara di media saya lihat hanya H. Khalili. Harusnya setelah melihat kami terjepit seperti sekarang, mereka bangun untuk membantu kami. Jangan hanya ketika mau naik saja minta bantu ke kami," harap dia. []

Iklan Idul Adha Bupati Abes
Iklan Idul Adha Gub Aceh