Breaking News

Sosok Prananda Prabowo yang Digadang Jadi Pengganti Megawati di PDIP

Sosok Prananda Prabowo yang Digadang Jadi Pengganti Megawati di PDIP
Foto: Prananda Prabowo, putra kedua Megawati.

RUANGBERITA.CO | Jakarta - Isu dilengserkannya Megawati Soekarnoputri dari Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Indonesia-Perjuangan (PDI-P) menyeret nama Prananda Prabowo, putra keduanya.

Prananda menjadi sorotan lantaran disebut sering bekerja dibelakang layar. Hal itu sangat berbeda dengan putri Megawati, Puan Maharani yang lebih terkenal karena menjabat ketua DPR dan pernah menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia sebelumnya.

Prananda Prabowo digadang akan menjadi Ketum PDI-P selanjutnya. Bahkan ia telah mendapatkan dukungan dari mantan Walikota Solo, FX Rudy untuk menggantikan ibunya yang telah menjabat selama hampir dua dekade tersebut.

Walikota Solo yang juga merupakan Ketua DPC PDI-P Solo itu mengungkapkan bahwa PDI-P seharusnya tetap dipimpin trah Sukarno yang masih memegang Marhaenisme. Selain itu, Rudi juga melihat ada potensi pada Puti Guntur Soekarno selain dari Prananda dan Puan.

"Menurut saya yang layak ya mas Prananda itu," katanya, dilansir Ruangberita dari CNN Indonesia pada Senin (13/4/2021).

Dalam buku biografi Megawati bertajuk Satyam Eva Jayate, Prananda yang akrab disapa Nanan itu lahir di Jakarta tanpa sempat mengenal ayahnya. Pasalnya sang ayah meninggal dunia saat Prananda masih didalam kandungan pada awal 1971 silam dalam misi penerbangan di Biak, Papua.

Ayah Prananda merupakan pilot pesawat tempur AURI, Lettu Surindro Supjarso yang juga merupakan pasangan pertama Megawati.

Meski merupakan anak dari orang ketum di PDI-P, ia tak langsung memiliki jabatan prestise sebagai pengurus partai. Prananda bahkan mendapat jabatan yang jarang disorot oleh media.

Prananda juga dikenal sebagai sosok yang tidak banyak berbicara di depan publik. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Ruang Pengendali dan Analisis Situasi (Situation Room) DPP PDI-P dan kini dipercaya menjadi Ketua Bidang Ekonomi Kreatif Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. 

Pria yang telat diperkenalkan dalam dunia politik ini, diketahui sering terlibat dalam penyusunan pidato politik Megawati. Ia juga merendah bahwa pidato-pidato tersebut disusun berdasarkan arahan Megawati yang ingin dicarikan kutipan dari kakeknya, Bung Karno. 

Meskipun usianya lebih tua dari puan, Puan sudah lebih dulu aktif di organisasi politik pada 2006, lalu mengikuti pileg pada 2009 sedangkan Prananda baru diperkenalkan dalam Kongres PDIP di Bali pada tahun 2010 silam,

Wasisto Raharjo Jati , seorang peneliti dari Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menilai bursa ketua umum PDIP pengganti Megawati masih akan dipenuhi oleh nama-nama dari keturunan Sukarno.

"Setelah PDIP ditinggal Bu Mega, sedikit akan mengalami fluktuasi, artinya partai ini butuh semacam sosok yang itu dekat dengan Bu Mega, dalam hal ini Prananda," ungkap Wasisto.

Wasisto juga menyebut Prananda memiliki kelemahan lantaran tidak aktif di luar partai. Namun Wasisto menilai sosok Prananda yang paling dibutuhkan jika PDIP ingin mengunci kekompakan partai.

Editor:
Iklan Pemkab Pijay
Gubernur Hardiknas
Hari Pendidikan Nasional Disdik Aceh