Breaking News

Setelah Malem Diwa, Mahasiswa Teknik USK Ciptakan Mobil Listrik Glueh 1.0

Setelah Malem Diwa, Mahasiswa Teknik USK Ciptakan Mobil Listrik Glueh 1.0
Mobil listrik Glueh 1.0 di depan gedung AAC Dayan Dawood.

RUANGBERITA.CO | Banda Aceh - Universitas Syiah Kuala kembali melahirkan inovasi dengan meluncurkan mobil listrik yang diberi nama Glueh 1.0. Mobil ini merupakan karya dari mahasiswa Fakultas Teknik yang tergabung dalam komunitas Melem Diwa.

Ketua Tim Malem Diwa, Muhammad Tajuddin menyebutkan, mobil listrik Glueh 1.0 dibuat oleh sepuluh mahasiswa dari Teknik Mesin di Lab Desain dan Manufaktur yang juga dibimbing oleh Wakil Dekan 1 Fakultas Teknik. 

Mobil ini diciptakan dengan konsep City Car dengan spesifikasi berkapasitas untuk dua orang, bagasi 100 Kg, kapasitas baterai 4200 Wh , daya motor 3500 watt, berat 500 Kg, velocity 50 Km/h, serta menggunakan transmisi otomatis.

“Kecepatan maksimum belum dicoba karena baru empat bulan, tapi kita sudah tes kemarin maksimal 50 Km/jam. Sementara untuk soal kecepatan masih dalam proses, tapi dalam kontroler itu ada variasi kecepatannya. Jadi mungkin bisa 24 persen lebih dari itu,” ucap Tajuddin.

Pembuatan mobil Glueh 1.0 memakan waktu kurang lebih empat bulan, sedang daya tahan baterai masih dalam tahap percobaan. Sebab, pihaknya belum menggunakan baterai khusus mobil listrik, tetapi masih memakai baterai deep cycle yang biasa digunakan untuk sistim energi surya.

Tajuddin mengatakan penyebutan nama Glueh diberikan rektor USK yang diambil dari bahasa Aceh yang artinya Kancil.  Mobil ini adalah produk lanjutan dari Tim Malem Diwa, yang sebelumnya juga telah melahirkan mobil listrik yang diberi nama Malem Diwa. Di saat yang sama, turut pula dikenalkan Phui, mobil listrik hasil penelitian dosen USK yang didanai Dikti.

Mobil ini resmi diluncurkan oleh Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng, dan didampingi General Manajer PLN Aceh, Ir. Abdul Mukhlis, M.Eng di Ruang VIP AAC Dyan Dawood pada Rabu lalu (10/3/2021).

Dekan Fakultas Teknik USK, Taufiq menyampaikan terima kasih kepada PLN Aceh atas dukungannya terhadap inovasi ini. Ia menjelaskan, pembuatan mobil listrik ini menghabiskan biaya Rp. 150 juta. Dengan rincian, PLN memberikan dana hibah sebesar Rp 86 juta, selebihnya ditanggung oleh USK.

“Terimakasih banyak atas dukungannya. Ini memberikan pengalaman bagi mahasiswa kami bagaimana membuat mobil listrik, kesempatan belajar, kesempatan ikut lomba dan bagaimana membangun team work,” ucap Taufik.

Senada dengan itu, Rektor juga menyampaikan terima kasih kepada PLN atas kontribusinya. Serta sangat mengapresiasi atas inovasi dari mahasiswa USK ini.

“Dunia terus berkembang menuju otomasi, sementara disruption tak terbendung. Untuk itulah inovasi seperti mobil listrik ini perlu kita dukung dan USK sangat bangga semangat inovasi terus berkembang di perguruan tinggi ini,” kata Rektor USK.

General Manajer PLN Aceh, Abdul Mukhlis juga turut memberikan apresiasi kepada USK yang telah berhasil melahirkan karya mobil listrik tersebut. Terkait kemungkinan diproduksi massal, hal tersebut akan dibicarakan lebih lanjuit. 

“Untuk produksi massal akan kita bicarakan lebih lanjut baik dengan Pak Rektor maupun internal kami di PLN. Saya mengucapkan selamat atas peluncuran Glueh1.0,” sebut Abdul Muklis. []

Selamat Hari Raya Diskominfo Aceh
Iklan Bank Aceh Selamat Hari Raya
Iklan Pemkab Pijay
Selamat Hari Raya Sekda Aceh