Breaking News

Seorang Pria Perkosa Dua Anak Tirinya yang Masih di Bawah Umur

Seorang Pria Perkosa Dua Anak Tirinya yang Masih di Bawah Umur

RUANGBERITA.CO | Aceh Besar - Seorang pria asal Aceh Besar perkosa dua orang anak tirinya yang masih di bawah umur saat terlelap di dalam kamar yang berlokasi di sebuah Gampong pada Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 21 Februari 2021 saat ibu korban sedang tidak berada dirumah dan diketahui setelah kedua korban menceritakan kejadian tersebut kepada ibunya.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, SIK melalui Kasatreskrim AKP M Ryan Citra Yudha, SIK mengatakan, awalnya mereka takut untuk melaporkan karena diancam oleh pelaku.

“Korban sebut saja Melati (12) dan Mawar (10) sedang berada di kamarnya dalam waktu yang berbeda, tiba-tiba tersangka masuk kedalam kamar melakukan pemerkosaan terhadap kedua korban tersebut dibawah ancaman akan dibunuh jika memberitahukan pada ibunya,” ungkap Kasatreskrim.

Ibu korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Banda Aceh pada Minggu Malam.

“Atas dasar laporan ibu korban sesuai dengan LPB/76/II/YAN.2.5/2021/SPKT, tanggal 22 Februari 2021, kami menindak lanjuti dengan melakukan rapat terbatas dengan personel Unit Perlindungan Perempuan dan Anak” jelas AKP Ryan.

Sehubungan dengan hal tersebut, Kanit PPA Ipda Puti Rahmadiani, S.Trk mengatakan telah memeriksa saksi dan melakukan koordinasi dengan Polsek Ingin Jaya untuk menangkap pelaku.

“Alhamdulillah, tersangka berhasil diamankan oleh Personel Polsek Ingin Jaya dan turut dibantu oleh warga setempat, Senin dini hari (22/2/2021) dirumahnya. Kemudian tersangka dibawa ke Polresta Banda Aceh untuk dilakukan pemeriksaan diruang PPA Satreskrim Polresta Banda Aceh,” ujar Kanit PPA.

Selain ancaman, diketahui pula bahwa perbuatan tercela itu sudah dilakukan tersangka sejak tahun lalu.

“Mereka akan dibunuh jika memberitahukan kepada ibunya apa yang telah dilakukan oleh sang ayah tiri tersebut, bahkan perbuatan ini sudah berulang kali sejak tahun 2020 silam, namun baru saat ini korban memberitahukan pada ibunya,” tambahnya lagi.

Saat ini kedua korban sedang menjalani konseling dengan psikiater untuk memulihkan trauma yang dialaminya. Sedang tersangka mendekam di sel tahanan Polresta Banda Aceh untuk menerima sanksi hukum atas perbuatannya. Tersangka dijerat dengan Pasal 50 Jo 47 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Bersama ini Kasatreskim Polresta Banda Aceh juga mengingatkan masyarakat untuk selalu mengawasi anak-anak dimanapun mereka berada. 

“Jangan mudah percaya dengan orang, bahkan orang dekat sekalipun seperti contoh kasus yang terakhir ini, yang seharusnya orang tua melindungi anak – anak nya, malah terjadi hal – hal yang tidak senonoh terhadap anaknya, walaupun anak tersebut bukan darah daging nya,” imbau AKP Ryaan. []

Iklan Biro Pengadaan Barang dan Jasa
DPRK Aceh Besar Ucapan Ramadhan
Iklan Badana Pengelola Keuangan Aceh