Breaking News

Senior Hamas Yakin Gencatan Senjata Segera Akan Tercapai

Senior Hamas Yakin Gencatan Senjata Segera Akan Tercapai
Pejabat senior Hamas yakin gencatan senjata akan tercapai dalam hitungan hari

RUANGBERITA.CO I Jakarta - Seorang pejabat senior Hamas yakin gencatan senjata akan tercapai dalam hitungan hari meski hingga saat ini mereka dan milisi lain masih saling serang dengan Israel di Jalur Gaza, Palestina.

Pejabat politik Hamas, Moussa Abu Marzouk, mengatakan bahwa saat ini para mediator dari Mesir masih terus melakukan diplomasi rahasia untuk membujuk kedua belah pihak menghentikan saling serang.

"Saya rasa upaya-upaya yang sedang berjalan mengenai gencatan senjata itu akan sukses," ujar Marzouk kepada stasiun televisi Libanon, al-Mayadeen, seperti dikutip Reuters, Kamis (20/5).

Ia kemudian berkata, "Saya rasa gencatan senjata akan tercapai dalam satu atau dua hari dan gencatan senjata itu akan berdasarkan kesepakatan bersama."

Sementara itu, Al Jazeera juga melaporkan bahwa utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk urusan perdamaian Timur Tengah, Tor Wennesland, juga sudah bertemu dengan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, di Qatar.

Selain itu, Prancis juga sudah mengajukan resolusi gencatan senjata kepada Dewan Keamanan PBB. Prancis menyusun draf resolusi gencatan senjata itu bersama Mesir dan Yordania.

"Ketiga negara sepakat pada tiga elemen sederhana: penembakan harus dihentikan, waktunya telah tiba untuk gencatan senjata, dan Dewan Keamanan PBB harus menangani masalah tersebut," demikian pernyataan Kantor Kepresidenan Prancis.

Duta Besar China untuk PBB, Zhang Jun, mengatakan bahwa para anggota DK sudah mendengar usulan resolusi Prancis itu. Selaku pemimpin DK PBB saat ini, China mendukung usulan tersebut.

"Tentu saja, kami mendukung semua upaya untuk memfasilitasi penghentian krisis agar perdamaian muncul kembali di Timur Tengah," ucap Zhang Jun.

Namun, belum diketahui DK PBB akan meloloskan resolusi ini atau tidak. Pada pertemuan sebelumnya saja, DK PBB tak dapat mengadopsi deklarasi sederhana mengenai konflik Israel dan Palestina.

Sementara upaya diplomasi bawah tanah sudah berjalan, pertempuran antara Israel dan Hamas masih terus berlangsung.

Israel masih terus melancarkan serangan udara yang hingga kini sudah menewaskan 228 orang di Jalur Gaza. Sementara itu, Hamas juga terus menghujani Israel dengan roket dan menewaskan 12 orang.