Breaking News

Sengketa Lahan Pertamina dan Warga Picu Bentrok Disertai Kekerasan

Sengketa Lahan Pertamina dan Warga Picu Bentrok Disertai Kekerasan
Suasana bentrok antara Pertamina dan warga setempat pada malam hari (17/3/2021)

RUANGBERITA.CO | Jakarta - Bentrok antara PT Pertamina Persero dan warga setempat bermula dari rencana penggusuran lahan yang ditempati oleh warga di Jalan Pancoran Buntu II, Jakarta Selatan.

Pihak Pertamina mengklaim bahwa mereka menguasai lahan tersebut.

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mengungkapkan, bentrok  tersebut mengundang perseteruan panjang antara kedua pihak hingga menyebabkan kekerasan.

"Salah satu momen puncak eskalasi kekerasan terjadi semalam. Warga Pancoran yg masih bertahan di tanah yang telah mereka tempati sejak lama mendapatkan serangan lemparan batu, bom molotov hingga gas air mata," tulis Kontras lewat akun Twitter @KontraS, dilansir Kompas pada Kamis (18/3/2021).

Sebelumnya, pada 11 Januari 2021, pihak PT Pertamina mendatangi pemukiman warga untuk menyampaikan bukti kepemilikan lahan oleh PT Pertamina Training and Consulting (PTC) untuk melakukan pemulihan aset negara karena tidak dapat menunjukkan SUrat Peringtan Penggusuran kepada warga.
Sejak saat itu, area pemukiman warga dipasangi plang bertuliskan 'tanah dan/atau bangunan ini milik PT Pertamina' dan 'rumah ini harus dikosongkan'. Padahal, warga merasa belum menyetujui apapun dengan korporasi.

Pihak kepolisian juga turun tangan dalam kasus ini. Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Azis Andriansyah menyatakan bahwa kepolisian telah mengajak warga Pancoran Buntu II dan pihak Pertamina untuk melakukan mediasi dan menjaga situasi keamanan ketertiban masyarakaf (Kamtibmas).

“Malam hari ini (tadi malam) terjadi bentrok. Ini sebenarnya sengketa (tanah) yang sudah beberapa waktu lalu terjadi,” ucapnya saat ditemui di sekitar lokasi bentrokan pada Kamis (18/3/2021).

Menurutnya, ada pihak yang memprovokasi keduanya hingga berujung pada kekerasan.

“Namun pada malam hari ini, bukan pihak-pihak yang bersengketa namun ada pihak-pihak luar yang menunggangi masing-masing kelompok,” ujar Azis.

Akan tetapi, dalam cuitan twitter, Kontras merasa ada ketidakadilan dalam bentrok tersebut.
"Kepolisian hanya melindungi aset Pertamina, bukan keselamatan warga," tulis akun Twitter Kontras.

KKontras juga menyebutkan sedikitnya ada 20 warga Pancoran yang terluka akibat bentrok semalam. Kontras menyayangkan terjadinya penggusuran yang disertai kekerasan ini. []

Editor:
Iklan Biro Pengadaan Barang dan Jasa
DPRK Aceh Besar Ucapan Ramadhan
Iklan Badana Pengelola Keuangan Aceh