Breaking News

Santriwati MUDI Samalanga Raih Sarjana Cumlaude, Zaratullaila: Ini Berkat Doa Guru dan Orang Tua

Santriwati MUDI Samalanga Raih Sarjana Cumlaude, Zaratullaila: Ini Berkat Doa Guru dan Orang Tua
Tgk. Zaratullaila, S. Pd santriwati MUDI Mesjid Raya Samalanga yang meriah Cumlaude di IAI Al-Aziziyah Samalanga bersama Keluarganya

RUANGBERITA.CO I Bireuen - Harapan adalah mimpi dari seseorang yang terjaga. Demikian Aristoteles (384–322 SM) berkata. Zaratullaila sosok putri sulung pasangan H.M. Jakfar-Jamilah yang dilahirkan Gampong Kandang, Lhokseumawe 30 November 1998 merupakan satu bagian dari apa yang dikatakan filsuf besar asal Yunani itu.

Tgk. Zaratullaila atau Zara panggilan akrabnya juga santriwati Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga termotivasi untuk mewujudkan mimpi besar Ibundanya yang almarhum sejak ia masih SD (Sekolah Dasar). Mimpi seorang anak pedesan  agar anaknya mengenyam pendidikan setinggi-tingginya.

Keberhasilan meraih predikat Cumlaude dalam wisuda angkatan ke-X IAI Al-Aziziyah Samalanga seakan bermimpi dan tidak pernah terbayangkan hingga kini bertambah titel di akhir namanya menjadi Tgk. Zaratullaila, S.Pd. Keberhasilannya hari ini setidaknya telah memberikan senyuman kebahagian kepada keluarga juga ibundanya yang sudah almarhumah itu.

“Usaha tidak pernah mengkhianati hasil (Effort never betrays results), raihan Cumlaude hari ini (8 November 2021) merupakan berkat doa orang tua dan guru bilkhusus doa dan harapan almarhumah ibunda yang telah mengamanahkan kepada bapak untuk jak beut u Samalanga (Pergi menuntut ilmu ke Samalanga) yakni dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga,” ungkapnya dengan penuh haru sambil mengenang Ibunda yang meninggal 15 tahun silam tepatnya 26 Desember 2006 dan dirinya saat itu masih kelas 1 Sekolah Dasar.

Setelah menamatkan MTsN Lhokseumawe tahun 2013, Ayahanda menunaikan janji dan amanah almarhumah ibunda sehingga Laila diantarkan menuntut ilmu ke Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga sambil menyelesaikan kuliah jurusan PBA (Pendidikan Bahasa Arab).

“Saat sudah belajar di dayah MUDI Samalanga jenjang Aliyah, selanjutnya orangtua menganjurkan kuliah sambil ngaji dan alhamdulillah hari ini wisuda berhasil meraih Cumlaude dengan judul skripsi “Tariqah Istikhdam Wa Saila Tarbiyah Fi Taklim Al-Lughah Al-Arabiyah Fi Al-Jami’ah Al-Aziziyah Islamiyah”. Hasil penelitian skripsi tersebut menjelaskan bahwa kelebihan belajar bahasa Arab Penggunaan media audio visual lebih efektif dari penggunaan media audio atau visual saja,” jelas anak pertama dari lima bersaudara itu.

Menurut mahasiswi Cumlaude tersebut, Oleh karenanya media audio visual sering kali digunakan oleh dosen ketika mengajar apa lagi dalam pembelajaran bahasa Arab. Media audio visual sangat membantu memudah kan dalam memahami  bahasa Arab. Karena. Ketika belajar Kita bisa mendengar dan melihat secara langsung mata pelajaran yang diajari.

Santriwati kelas Takhassus Dayah MUDI Samalanga era digital atau millenial seperti saat ini dengan kecanggihan teknologi dan informasi, menjadi sosok perempuan sebagai calon ibu masa depan harus mempunyai bekal ilmu pengetahuan yang mumpuni disamping pengetahuan basic agama (dayah) yang kuat juga pengetahuan umumnya.

“ Dulunya menjadi santri dayah dalam pandangan sebagian masyarakat sebagai TPA (Tempat pembuangan akhir) dalam artian dayah pilihan terakhir saat tidak diterima di bangku kuliah, namun kini fenomena itu berubah total dan sebaliknya. Belajar di dayah terlebih dengan ditambah pendidikan di perguruan tinggi terlebih bagi seorang perempuan (ibu) merupakan Madrastul Ula (pendidikan pertama) untuk anak-anaknya,” paparnya.

Menurut Zara, karena fungsi yang sangat vital ini, maka kualitas pendidikan perempuan memiliki peran penting. Seorang perempuan dengan pengetahuan yang luas, tingkat pendidikan bagus, dan keshalehah yang tinggi tentu akan berbeda cara memberikan pendidikan kepada anak dibanding dengan seorang perempuan yang tidak mengenyam pendidikan.

“Untuk itu menjadi perempuan adalah kepasrahan untuk menjadi pribadi yang pintar, tanggungjawabnya sebagai madrasah pertama bagi generasi mendatang mengharuskan perempuan selalu menempa diri agar menjadi seseorang yang pintar, hingga pendidikan yang diberikan ke anak-anaknya juga pendidikan yang berkualitas,” sambungnya sosok murah senyum yang kini masih status jomblo dan berencana bisa terus belajar hingga menjadi guru di dayah MUDI Samalanga itu.

Terakhir Zara yang tergolong santriwati akrab dengan siapapun dan mudah bergaul itu sangat berharap doa dari guru dan orang tua bisa terus menuntut ilmu menjadi pribadi yang baik dan bermamfaat untuk keluarga, umat dan masyarakat,” pintanya.