Breaking News

Sang Istri Baru Melahirkan, Suami Ini Malah Diam-diam Rudapaksa Adik Iparnya Sendiri

Sang Istri Baru Melahirkan, Suami Ini Malah Diam-diam Rudapaksa Adik Iparnya Sendiri

RUANGBERITA.CO | Banda Aceh - Seorang pria berinisial MAN (40) warga Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh, tega merudapaksa adik iparnya sendiri.

Bahkan, pelaku merudapaksa adik iparnya yang masih berusia 12 tahun itu disaat sang istri baru saja selesai melahirkan.

Kapolresta Banda Aceh melalui Kasatreskrim AKP M Ryan Citra Yudha mengatakan perbuatan bejatnya itu dilakukan pelaku terhadap adik iparnya pada tahun 2019 silam.

"Saat aksi pemerkosaan itu dilakukan korban masih berusia 10 tahun, korban bersama ibunya sengaja datang ke rumah pelaku untuk menjenguk kakaknya yang baru saja melahirkan," kata Kasatreskrim AKP M Ryan Citra, Jumat (5/11/2021).

Lihat juga: Polisi Tangkap Pelaku Pemerkosaan Disertai Pemerasan Terhadap Seorang Gadis di Aceh Utara

Pemerkosaan itu terjadi berawal saat korban disuruh oleh kakaknya untuk istirahat di kamarnya, sedangkan kakak korban bersama pelaku tidur di ruang tamu.

"Disaat korban sedang tidur, disitulah pelaku melancarkan aksi pemerkosaannya terhadap korban, korban merasa ada aroma rokok yang ternyata sudah ada pelaku yang menindih tubuh korban," katanya.

Korban yang merasa terancam takut dianiaya oleh pelaku memilih bungkam tak menceritakannya kepada ibu korban.

"Perbuatan ini juga dilakukan pelaku sudah sebanyak tiga kali, terhitung dari sejak Maret 2019 hingga diketahui ibu korban Februari 2021 lalu," kata AKP M Ryan Citra.

Lihat juga: Seorang Pria di Aceh Utara Ditangkap Polisi Usai Perkosa Gadis Bawah Umur di Kebun Kakao

Kasus pemerkosaan ini pun sempat ditangani oleh pihak perangkat gampoong dengan cara mediasi.

"Tetapi hasil mediasi tidak ditemukannya musyawarah mufakat sehingga keluarga korban melaporkan pelaku ke Polresta Banda Aceh," ungkapnya.

Menindaklanjuti laporan polisi nomor LPB/65/V/YAN.2.5/2021/ SPKT/POLRESTA BANDA ACEH/POLDA ACEH, Unit PPA Satrekrim Polresta Banda Aceh melakukan koordinasi dengan P2TP2A Banda Aceh dalam hal kasus yang menimpa korban.

"Kami berkoordinasi dengan pihak P2TP2A Banda Aceh yang mendampingi korban, kami melakukan kerja ekstra hingga dapat mengungkap kasus ini," terang Kasatreskrim.

Akhirnya, MAN pun berhasil diringkus polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Pelaku melanggar Pasal 50 Qanun Aceh No. 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat tentang tindak pidana pemerkosaan dan pelecahan seksual anak, kini MAN sudah mendekam di Mapolresta Banda Aceh," pungkasnya.

Editor: