Breaking News

Realisasi APBD Masih 21,98 Persen dari Total Sekitar Rp1.200 Triliun

Realisasi APBD Masih 21,98 Persen dari Total Sekitar Rp1.200 Triliun
Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Moch. Ardian

RUANGBERITA.CO I Jakarta - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengimbau agar pemerintah daerah (Pemda) dapat mengakselerasi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Sampai saat ini realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dari total sekitar Rp1.200 Triliun,  namun realisasinya masih 21,98 persen. 
 
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Moch. Ardian, dalam Dialog Produktif Rabu Utama di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) melalui YouTube pada Rabu (2/6/2021).
 
Menurut Ardian, dengan akselerasi APBD itu diharapkan pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2021 dapat mencapai 7 persen.
 
Ardian menegaskan, pihaknya mendorong Pemda agar melakukan belanja produktif, seperti program padat karya untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional (PEN).
 
Kemendagri, kata Ardian, menyerahkan sepenuhnya kepada pemda terkait PEN di daerah.
 
"Jika pandemi di daerah sudah dapat dikendalikan tentu pemda bisa memaksimalkan ekonomi, namun sebaliknya jika masih tinggi penyebaran COVID-19 maka pemda harus mengutamakan kesehatan dan jaring pengaman sosial," ungkap Ardian.
 
Kemendagri juga  mengingatkan agar Pemda tidak membuat regulasi seperti peraturan daerah (Perda), dan peraturan gubernur (Pergub) yang kontraproduktif dengan investasi di daerah.
 
Sebelumnya, Ardian menuturkan, untuk realisasi belanja APBD pemerintah provinsi ada penurunan jika dibandingkan tahun lalu, dari 21,45 persen di 2020 menjadi 19,62 persen tahun ini.
 
Sedangkan realisasi belanja APBD Pemda tingkat kabupaten/kota justru mengalami kenaikan yakni per 31 Mei tahun lalu 20,6 persen menjadi 23,09 persen pada tahun ini.

Editor: