Breaking News

Ratusan Buruh Pabrik Kendaraan Militer Myanmar Mogok Karena Tolak Kudeta

Ratusan Buruh Pabrik Kendaraan Militer Myanmar Mogok Karena Tolak Kudeta
Ratusan buruh yang bekerja di pabrik pembuat suku cadang kendaraan militer Myanmar bergabung dengan aksi mogok massal menentang kudeta

RUANGBERITA.CO I Jakarta - Ratusan buruh yang bekerja di pabrik pembuat suku cadang kendaraan militer Myanmar bergabung dengan aksi mogok massal menentang kudeta.

Pekerja pabrik di Yangon, Magway, Myaing, Myingyan di Mandalay dan Htone Bo di Bago mengumumkan mereka bergabung dalam aksi mogok massal.

Di Htone Bo, dari 600 buruh, 193 di antaranya turut melakukan aksi mogok. Sementara di Magway ada 65 orang dan Myaing 34 orang. Angka itu dihimpun dari media sosial oleh Myanmar Now.

Sisanya belum diketahui berapa banyak buruh dari pabrik di kota lain yang tergabung dalam aksi itu.

Myanmar Now pada Selasa (30/3) melaporkan aksi mogok buruh dimulai pada 7 Maret di lima pabrik di seluruh negeri.

Namun gerakan terpecah belah setelah adanya kunjungan Wakil Kepala Industri, Mayor Jenderal Ko Ko Lwin yang meminta senjata dan peralatan lain pelengkap militer dibuat.

Banyak dari buruh yang bekerja di pabrik Htone Bo kembali bekerja, sebagian mengundurkan diri, dan yang lain masih ditangkap, kata para Buruh kepada Myanmar Now.

Seorang pekerja di pabrik Htone Bo mengatakan meski ia dipaksa untuk kembali bekerja, tapi tidak melakukan apa pun di pabrik.

"Kami tidak bekerja. Saya di rumah," katanya.

"Saya pergi ke pabrik, hanya pada hari-hari saya ingin pergi. Bahkan pada hari-hari saya di pabrik, saya tidak bekerja."

Kelima pabrik tersebut dikategorikan sebagai "sub pabrik nomor 3" dan dioperasikan oleh Kementerian Pertahanan yang dikendalikan militer.

Sebelumnya, pabrik-pabrik itu dimiliki oleh Departemen Perindustrian hingga tahun 2006.

Tak hanya para buruh pabrik, kelompok etnis bersenjata dan milisi juga bergabung untuk melawan militer.

Baik Tentara Nasional Karen (KNU), Tentara Kemerdekaan Kachin (KIA) dan Tentara Arakan menyatakan bersolidaritas dengan warga sipil melawan kekejaman junta.

Sejak kudeta 1 Februari, jumlah korban tewas terus bertambah.

Menurut laporan Lembaga Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP), per Senin (29/3) jumlah orang yang meninggal sebanyak 510, sementara yang ditahan mencapai 2.574 orang.

Selamat Hari Raya Diskominfo Aceh
Iklan Bank Aceh Selamat Hari Raya
Iklan Pemkab Pijay
Selamat Hari Raya Sekda Aceh