Breaking News

Presiden Tinjau Stasiun LRT di TMII, Ditargetkan Siap pada April 2022

Presiden Tinjau Stasiun LRT di TMII, Ditargetkan Siap pada April 2022
Presiden Joko Widodo.

RUANGBERITA.CO | Jakarta - Presiden Joko Widodo meninjau Stasiun Light Rail Transit (LRT) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu (9/6/2021).

Berdasarkan siaran virtual pada Akun Youtube Sekretariat Presiden (Setpres), terlihat Presiden Joko Widodo meninjau fasilitas transportasi tersebut dengan seksama. Satu per satu sudut dilihat oleh Kepala Negara demi memastikan infrastruktir tersebut sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Ada yang berbeda ketika Kepala Negara meninjau Stasiun LRT di TMII yakni peninjauan dilakukan dengan menaiki LRT. Tidak menggunakan transportasi mobil kepresidenan yang biasa dilakukan oleh beliau kala meninjau suatu infrastruktur.

"Hari ini saya berkunjung untuk melihat progres perkembangan pembangunan LRT. Kita mencoba keretanya halus nyaman Kecepatannya juga baik, dapat dikatakan tanpa suara nyaman sekali," kata Presiden Joko Widodo melalui siaran virtual itu.

Menurut dia, progres pembangunan LRT sudah mencapai 84,7 persen. Dengan target penyelesaian ditargetkan pada April 2022, agar bisa segera dioperasikan tak lama setelah infrastruktur transportasi massal ini selesai dibangun.

"Sudah uji coba mulai untuk operasional itu Juni 2022," katanya.

Selesainya infrastruktur tersebut, akan membuat transportasi publik di DKI Jakarta dan sekitarnya menjadi terintegrasi. Dengan begitu, dapat terjadi efisiensi yang dimiliki oleh masyarakat yang menggunakan moda transportasi publik.

"Kita ingin membangun transportasi massal yang terintegrasi MRT, LRT, Kereta Bandara, dan Transjakarta semuanya terintegrasi," imbuhnya.

Di sisi lain, pembangunan infrastruktur di atas, membuktikan bahwa Indonesia memiliki kemampuan membangun infrastruktur transportasi publik. Hal ini dapat menjadi modal yang baik dalam membangun infrastruktur transportasi di negara-negara yang lain.

"Sebuah pondasi, apabila kita membangun membangun kereta untuk negara-negara lain," pungkasnya.

Editor: