Breaking News

Perdana, Belanda Minta Maaf Atas Perbudakan Pada Masa Penjahan Kolonial

Perdana, Belanda Minta Maaf Atas Perbudakan Pada Masa Penjahan Kolonial

RUANGBERITA.CO I Jakarta – Amsterdam merupakan negara pertama yang menyatakan permintaan ma’af perihal berperan langsung dalam perbudakan yang dilakukan oleh belanda. salah satunya negara kita. Indonesia.

"Sudah waktunya untuk mengukir ketidak adilan besar perbudakan kolonial ke dalam identitas kota kami. Dengan hati yang besar dan pengakuan tanpa syarat," Ungkap Walikota Amsterdam Femke Halsema saat upacara di Oosterpark, disadur dari Anadolu Agency Jumat (2/7/2021) dini hari.

Belanda memiliki beberapa wilayah kukuasan lain pada saat puncak kerajaan kolonial, seperti pulau Curacao, indonesia, juga Afrika selatan

Indonesia sendiri pernah ditinggali oleh Belanda yang sering disebut VOC selamat 300 tahun tepatnya pada abad ke-17

Kajsa Ollogren Menteri dalam Negeri. juga turut berhadir pada upacara Keti Koti. Sebuah peringatan penghapusan perbudakan di Antilen Belanda juda di Suriname.

Acara Keti Koti merupakan acara untuk memperingati penghapusan perbudakan di Koloni Belanda itu pada tanggal 1 juli 1863.

Mark Rutte seorang perdana mentri mengakui bahwa Rasisme merupakan masalah dibelanda meskipun demikian. menolak minta maaf atas peran negaranya dalam perbudakan itu.

Namun pemerintah tidak tinggal diam. mereka membentuk sebuah panel untuk memulai titik awal dialog perihal dampak perbudakan pada masyarakat Belanda Modrn saat ini.

Isi Panel tersebut memaparkan serangkaian rekomendasi menuju pemulihan, termasuk secara resmi mengakui perdagangan budak di bawah otoritas Belanda sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan juga mengeluarkan permintaan maaf resmi.

Editor:
Iklan Idul Adha Bupati Abes
Iklan Idul Adha Gub Aceh