Breaking News

Pengamat Terorisme: Muchsin Kamal Tidak Terlibat Penyerangan Mabes Polri

Pengamat Terorisme: Muchsin Kamal Tidak Terlibat Penyerangan Mabes Polri
Foto: Pengamat Terorisme, Al-Chaidar.

RUANGBERITA.CO | Jakarta - Muchsin Kamal, penjual senjata Airgun kepada ZA (25), tersangka penyerangan Markas Besar (Mabes) Polri kini diamankan di Jakarta setelah berhasil ditangkap di Provinsi Aceh oleh tim Densus 88.

Kapolri Jendral Listyo Sigit mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap Muchsin.

"Sedang dilaksanakan pendalaman ya, nanti setelah lengkap akan diinformasikan," ungkapnya dalam  jumpa pers di Jakarta Selatan, Minggu (4/4/2021).

Dari penangkapan tersebut, pengamat terorisme Al-Chaidar meyakini bahwa Muchsin tidak terlibat penyerangan Mabes Polri tersebut.

"Sebagai peneliti tentang terorisme saya sangat meyakini bahwa Muchsin Kamal atau biasa dipanggil Imam Muda (imeum muda) tidak bersalah dan sama sekali tak terkait dengan peristiwa serangan lone-wolf (bergerak sendiri) tersebut secara yuridis," kata Al Chaidar dalam keterangan tertulisnya.

Menurutnya, Muchsin adalah seorang pengusaha yang bergerak di bidang perkebunan sawit, dagang air soft gun, jual beli bedil angin, dan perkebunan alpukat.

"Bisnis kebun alpukat bahkan sangat sukses dan mampu memperkerjakan banyak eks kombatan GAM (Gerakan Aceh Merdeka) yang tak terayomi oleh program reintegrasi pasca Memorandum of Understanding di Helsinki 2005," tambahnya.

Menurutnya, teman-teman Muchsin pasti mengenal sosoknya.
"Bagi kawan-kawannya eks Jalin 2010 yang sangat mengenalnya, Muhsin Kamal sangat anti terhadap ISIS (Islamic State of Iraq and Syam) dan membawa pemahaman yang sangat moderat setelah keluar dari penjara," papar Chaidar.

Muchin diketahui pernah menjadi mantan napi dan pernah terlibat pelatihan terorisme, namun hal itu dipercaya terjadi sebelum adanya ISIS.

"Muchsin Kamal dan beberapa eks napi teroris Bukit Jalin sangat anti dengan ISIS dan ideologi Takfiri yang sering mengkafirkan sesama muslim serta memiliki sentimen etno-rasisme dan Christophobia yang tidak sesuai dengan ajaran Islam yang sebenarnya. Muchsin Kamal adalah seorang teman yang dikenal sangat moderat dan memiliki visi inklusif dalam dakwah Islam oleh teman-temannya selama, sebelum dan setelah mondok di penjara," pungkasnya.

Muchsin Kamal sendiri terseret kasus tersebut lantaran menjual senjata jenis airgun kepada ZA (25) yang digunakan untuk menyerang Mabes Polri pada Rabu (31/3/2021) lalu. []

Iklan Biro Pengadaan Barang dan Jasa
DPRK Aceh Besar Ucapan Ramadhan
Iklan Badana Pengelola Keuangan Aceh