Breaking News

Pemerintah Kantongi Rp 2,25 Triliun dari Pajak Digital

Pemerintah Kantongi Rp 2,25 Triliun dari Pajak DigitalFoto: Ilustrasi

RUANGBERITA.CO | Jakarta - Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Keuangan mencatat sebanyak Rp. 2,25 Triliun dana Pajak Pertambahan Nilai (PPN) telah masuk ke kas negara.

Dana tersebut merupakan hasil dai pengumpulan pajak berbasis digital yang terdiri dari Netflix, TikTok, hingga Spotify.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan hingga kini, ada 75 perusahaan yang ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Pajak harus membayarkan PPN kepada negara.

"Penerimaan yang dikumpulkan sebesar Rp 2,25 triliun. Ini adalah untuk produk digital seperti streaming dan lain-lain," kata dia dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi XI DPR RI, Senin (28/6/2021).

Rincian PPN tersebut dimulai dari setoran tahun 2020 sebesar Rp 730 miliar, dan setoran tahun 2021 sebesar Rp 1,52 triliun dari produk digital.

Menurutnya, pemerintah akan menyamaratakan pajak produk digital, baik produk digital dalam negeri maupun produk digital dari luar negeri.

"Dan ini kita bangun melalui perdagangan melalui saluran elektronik, dimana asing maupun domestik yang menjual produk digital yang berasal dari luar negeri kepada konsumen di Indonesia sebagai pemungut PPN," sambungnya.

Adapun jumlah PPN yang harus dibayar pelanggan sebesar 10 persen dari harga sebelum pajak dan harus dicantumkan pada kuitansi atau invoice yang diterbitkan penyedia layanan digital sebagai bukti pungut PPN.

Selanjutnya, khusus marketplace yang merupakan wajib pajak dalam negeri yang ditunjuk sebagai pemungut, maka pemungutan PPN hanya dilakukan atas penjualan barang dan jasa digital oleh penjual luar negeri yang menjual melalui marketplace tersebut. []

Editor:
Iklan Idul Adha Bupati Abes
Iklan Idul Adha Gub Aceh