Breaking News

Pemerintah Dorong Percepatan Program Vaksinasi Gotong Royong

Pemerintah Dorong Percepatan Program Vaksinasi Gotong Royong

RUANGBERITA.CO | Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa vaksinasi COVID-19 merupakan salah satu langkah krusial yang menentukan kesusksesan untuk mengakhiri pandemi COVID-19.

Menurut Airlangga, pelaksanaan vaksinasi perlu dipercepat untuk mencapai kekebalan imunitas untuk 70 persen penduduk Indonesia atau sekitar 181,5 juta jiwa.

Airlangga mengatakan, percepatan program vaksinasi dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek kedaerahan atau geo spasial berdasarkan basis baik di zona merah, oranye dan kegiatan perekonomian.

Pemerintah pun mendorong percepatan pelaksanaan program vaksinasi Gotong Royong yang telah dimulai perdana pada 18 Mei 2021 bagi pekerja di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

"Pemerintah menyambut baik pelaksanaan program vaksinasi yang juga dimulai yaitu vaksinasi gotong royong melalui Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Tentunya ini diharapkan bisa dipercepat vaksinasi gotong royong menggunakan Sinopharm," kata Airlangga saat menyambut kedatangan vaksin tahap ke-13 di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (25/5/2021).

Airlangga menambahkan, program vaksinasi Gotong Royong khusus karyawan telah mulai dilakukan di 27 perusahaan. Vaksinasi dilakukan di 18 fasilitas kesehatan di Jakarta, Jawa Barat, Banten, Kepulauan Riau dan Maluku.

Ia menjelaskan, vaksin Sinopharm yang sudah didistribusikan untuk program vaksinasi gotong royong sebanyak 21.616 ribu dosis.

Pemerintah berharap agar pelaksanaan program vaksinasi gotong- royong bisa terus ditingkatkan.

"Pemerintah selalu berupaya mensukseskan vaksinasi di Indonesia," ujar dia.

Selain vaksinasi, Airlangga pun mengimbau agar masyarakat terus menerapkan protokol kesehatan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak). Dengan terus mengintensifkan penerapan 3T (Tracing, Testing, Treatment).

"Kita harus terus waspada, bahwa penyakit ini (COVID-19) masih ada, dan gelombang kedua dan ketiga telah terjadi di beberapa negara lain. Kita terus berharap bahwa kita mampu menangani COVID-19 dan mempercepat akselerasi vaksinasi," kata dia.

Airlangga mengungkapkan, kedatangan vaksin tahap ke 13 ini merupakan upaya Pemerintah dalam rangka mengamankan stok ketersediaan vaksin agar program vaksinasi sesuai target sesusai dengan tahapan yang telah ditetapkan.

"Dengan kedatangan tahap ke-13 Vaksin Sinovac bulk yang hari ini 8 juta dosis, maka secara total telah diterima sebanyak 83,9 juta dosis," ujar Airlangga.

Menurut Airlangga, Pemerintah akan selalu memastikan keamanan (safety), mutu, kualitas dan khasiat vaksin. Sehingga ia berharap tidak perlu ada keraguan dari masyarakat untuk menerima vaksin.

Editor: