Breaking News

Pegawai KPK Dikabarkan Tak Lulus ASN, Mantan Ketua KPK Angkat Suara

Pegawai KPK Dikabarkan Tak Lulus ASN, Mantan Ketua KPK Angkat SuaraFoto: Ilustrasi (Kompas)

RUANGBERITA.CO | Jakarta - Mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Thony Saut Situmorang yang menjabat pada periode 2015-2019 turut mengomentari perihal isu pegawai KPK yang akan diberhentikan bila tak lulus tes Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sebelumnya, sebanyak 1.349 pegawai KPK mengikuti tes asesmen sebagai syarat alih status menjadi ASN. Hal itu tertuang dalam Peraturan Komisi Nomor 1 Tahun 2021 Peraturan KPK Nomor 1 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pengalihan Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi Pegawai ASN.

Dari sekian banyak nama-nama pegawai tersebut, ada puluhan yang dikabarkan akandiberhentikan. Menanggapi itu, pria yang lebih dikenal sebagai Saut Situmorang tersebut mengungkapkan bahwa tidak perlu diragukan lagi pegawai KPK yang telah bekerja selama bertahun-tahun.

"Orang-orang berintegritas adalah orang yang pasti tidak diragukan 'creating value'-nya di KPK dan negeri ini. Jangan cari justifikasi lain untuk melakukan saringan terhadap orang orang yang memang sudah Perform dan 'Tough Guy' dalam penegakan hukum-hukum antikorupsi. Justru orang-orang 'Tough Guy' yang diperlukan dalam membuat negeri cepat pulih dari sakit kronis," ujar Saut kepada wartawan, Selasa (4/5/2021).

Menurutnya, tujuan tes alih status pegawai KPK tersebut harusnya meningkatkan jumlah pegawai yang berdedikasi tinggi terhadap pemberantasan korupsi.

"Jadi tujuan seleksi adalah memilih aparat penegak hukum yang mampu membangun nilai-nilai kinerja, karena dedikasi, kompetensi dan integritas yang pasti itu yang utama, yang lain-lain misalnya sebagaimana logo KPK dengan garuda di dalamnya itu sudah tuntas dengan hasil tes integritas," ucapnya.

Saut menambahkan bila memang harus dipecat karena tidak lulus uji wawasan kebangsaan maka buktinya harus jelas. 

"Kalau gak lulus tes COVID itu dibuktikan dengan bukti-bukti lab dengan metode tes yang diterima secara Ilmiah, hasilnya disampaikan ke pasien. Tidak lulus tes masuk ASN juga analoginya sama harus ada tabulasi tiap orang mengapa seseorang tidak lulus di lembaga yang dia sudah bekerja tahunan di KPK yang KPI -nya sudah terbukti," paparnya.

Menanggapi isu tersebut juga, ketua KPK saat ini, Firli Bahuri membantah tudingan tersebut. Ia mengatakan bahwa kebijakan tersebut tidak dapat diputuskannya sendiri.

"Pimpinan KPK adalah kolektif kolegial. Maknanya semua keputusan diambil secara bulat dan tanggung jawab bersama oleh semua pimpinan KPK," tambah Firli, dikutip dati CNNIndonesia.com.

Firli memastikan bahwa hasil tes tersebut saat ini belum dibuka, dan pihaknya belum mengetahui bagaimana hasil tes wawasan kebangsaan tersebut."Silakan ke Sekjen untuk hal tersebut karena sampai saat ini pimpinan belum membuka hasil tes wawasan kebangsaan. Hasil tes wawasan kebangsaan diterima Sekjen dari BKN tanggal 27 April 2021 dan sampai sekarang belum dibuka," pungkas Firli. []

Editor:
Selamat Hari Raya Diskominfo Aceh
Iklan Bank Aceh Selamat Hari Raya
Iklan Pemkab Pijay
Selamat Hari Raya Sekda Aceh