Breaking News

Mari Membuka Cakrawala, dan Melihat Dunia yang Lebih Luas...!

Nadira, Potret Gadis Aceh yang Berani Menunjang Karir di Ibukota

Nadira, Potret Gadis Aceh yang Berani Menunjang Karir di Ibukota
Nadira, Finance Treasury Operations Gojek Indonesia.

RUANGBERITA.CO I Banda Aceh -  Bekerja di pemerintahan memang menjadi dambaan setiap orang. Namun, Bagi Nadira, dara kelahiran Banda Aceh, 27 Oktober 1997, ini memiliki paradigma lain melihat peluang dunia kerja. Menurutnya, cakrawala dalam perspektif ‘kelokalan’ harus dihilangkan sehingga mampu melihat potensi dan peluang lain yang sejatinya sangat banyak di dunia luar.

“Di Aceh kebanyakan pegawai pemerintah ya, sehingga saat selesai kuliah, kita berpikir ingin menjadi PNS atau sejenisnya. Tak bisa disalahkan sih, apalagi didukung dengan adanya fasilitas pensiun yang menjadi jaminan saat hari tua. Padahal sebenarnya di dunia luar, secara nasional misalnya, banyak sekali perusahaan-perusahaan swasta yang besar, multi nasional company juga ada, yang mampu menampung dan menjadi wadah dari potensi yang kita miliki. Jadi lebih luas lah melihat cakrawala dunia luar,” ujar Nadira saat ditemui team ruangberita.co  di Pustaka Coffe, Sabtu, 10 Juli 2021.

Sekedar informasi, Nadira merupakan pegawai tetap pada sebuah perusahaan teknologi asal Indonesia yang melayani angkutan melalui jasa ojek, Gojek di Jakarta. Dara manis yang mahir berbahasa inggris ini menempati posisi Finance Treasury Operations (bagian keuangan) sejak bulan Agustus 2020 lalu.

Dira, demikian sapaan akrabnya, menyelesaikan studinya di Fakultas Ekonomi jurusan Akuntasi Internasional Universitas Syiah Kuala (USK) pada tahun 2019. Dibangku kuliah Dira sudah memiliki segudang prestasi pada berbagai kompetisi. Selepas lulus, Dira berangkat ke Jakarta untuk mengikuti kursus Bahasa Inggris.

“Sembari ikut kursus Bahasa Inggris, Dira mencoba meng apply (melamar) pekerjaan pada beberapa perusahaan asing yang ada di Jakarta.

Alhamdulillah, sejak Januari hingga Juli tahun 2020 Dira telah bekerja di sebuah perusahaan asing, lalu sejak Agustus diterima di Gojek sampai sekarang,” ucap gadis yang memiliki segudang pengalaman bekerja pada beberapa perusahaan asing dan nasional itu.

Dira menjelaskan saat ini persaingan dunia kerja semakin ketat. Selain skill dan kemampuan yang harus terus diupgrade, kemampuan menguasai bahasa asing juga harus terus ditingkatkan. Menurutnya, penguasaan bahasa asing merupakan modal dasar yang harus dimiliki saat melamar di perusahaan besar.

“Selaku orang yang bekerja dibidang finance, penguasaan bahasa inggris sangatlah penting. Karena saat kita bekerja, bahasa keuangan itu banyak yang menggunakan bahasa inggris, belum lagi soal presentasi data. Rasio dan rumus keuangan juga banyak menggunakan bahasa inggris,” tukas Dira.

Sebagai sarjana yang baru lulus, Dira menyadari bahwa dunia kerja saat era milenial seperti saat ini sedang booming pada perusahaan berjenis start up, dimana seseorang sangat dituntut dapat bekerja secara cepat, tepat, dan efisien. Bagi dirinya, itu merupakan tantangan yang ingin sekali dijawab serta menguji sejauhmana kemampuan yang ia miliki.

“Itu challenge (tantangan) bagi Dira.Disana kita dituntut untuk bekerja secara cepat dan tepat. Cepat mengerjakan report (laporan), tepat juga dalam perhitungannya, jangan ada yang salah. Pokoknya harus benar dan cepat, jangan ada yang salah. Hampir setahun di Gojek, soal kecepatan dan ketepatan boleh di adu lah,” jelas Dira seraya tertawa.

Gadis yang tinggal di Lamprit ini mengaku suasana ditempat kerjanya sangat menyenangkan. Seluruh fasilitas untuk ‘merefreshkan’ diri, seperti fasilitas gym, bioskop, telah disediakan oleh perusahaan. Kemudahan akomodasi ini juga menjadi salah satu alasan ketertarikannya bekerja untuk Gojek.

“Itu salah satu alasan bagi anak yang baru tamat seperti Dira bekerja pada perusahaan start up. Pakaian yang digunakan juga bebas, kaos, kemeja, lengan panjang, atau lengan panjang, terserahlah gitu bang, gak ada yang atur. Budaya pekerjaannya budaya anak muda. Yang penting hasil dan output pekerjaan,” terang Dira.

Sebagai perusahaan start up yang baru tumbuh, Dira menceritakan perusahaan tempatnya bekerja memberikan ruang bagi dirinya dan pekerja lainnya untuk memberikan ide dan gagasan bagi pengembangan perusahaan, sehingga memiliki peluang untuk berinovasi dan berkreatif.

“Anak-anak yang baru masuk dapat memberikan ide dan gagasan. Ini bisa menjadi nilai plus bagi kita,” ucap dia.
Pada awalnya, Dira berkeinginan untuk melanjutkan jenjang pendidikan S2, selanjutnya menjadi dosen dan kembali ke kampus. Akan tetapi, semesta berkehendak lain. Dalam ‘pengembaraan’ tujuannya, ia diterima menjadi salah satu pegawai di perusahaan Gojek.

“Saat diterima di Gojek, disanalah pikiran Dira terbuka bahwa banyak peluang yang tersaji di depan mata, kalau seandainya kita berani merantau, berani keluar dari pakem cara berpikir kita tentang lapangan pekerjaan, bahwa peluang menjanjikan bukan hanya bekerja di pemerintahan,” jelas Dira.
Pada akhir obrolannya, Dira mengajak generasi muda di Aceh untuk membuka jendela kelokalan, dan melihat dunia yang lebih luas. Menurutnya, diluar sana banyak potensi dan peluang pekerjaan yang bisa didapat.

“Ayo melihat dunia yang lebih luas, banyak hal yang bisa kita pelajari. Yakinlah, diluar sana banyak potensi dan peluang pekerjaan yang dapat kita kerjakan. Mari keluar dari maindset dan paradigma bahwa pekerjaan itu hanya PNS dan pegawai pemerintahan,” demikian Nadira, Finance Treasury Operations Gojek Indonesia.

Iklan Idul Adha Bupati Abes
Iklan Idul Adha Gub Aceh