Breaking News

MPR Minta Penanganan Kekerasan di Papua dapat Diselesaikan Secara Damai Seperti GAM di Aceh

MPR Minta Penanganan Kekerasan di Papua dapat Diselesaikan Secara Damai Seperti GAM di Aceh
Yan Permenas Mandenas, Anggota MPR RI.

RUANGBERITA.CO | Jakarta - Konflik di ujung timur Indonesia tidak kunjung menemukan jalan keluar, korban pun sudah berjatuhan. Hal itu membuat Anggota MPR RI Fraksi Gerindra Yan Permenas Mandenas meminta kasus kekerasan di Papua diselesaikan melalui rekonsiliasi dan dialog seperti provinsi Aceh dimasa Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dulu.

Yan mengatakan penyelesaian melalui dialog akan lebih berhasil dibandingkan melalui kekerasan.
"Kalau di Aceh berhasil, kenapa di Papua tidak dilakukan pola yang sama. Saya pikir, semua kekacauan ini akan tuntas jika pola itu dilakukan kembali", kata Yan dalam keterangannya, Rabu (28/4/2021).

Ia yakin Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua akan luluh jika menggunakan cara kekeluargaan.

"Saya yakin, mereka yang ada di hutan-hutan dan gunung-gunung akan turun meletakkan senjatanya, menyerahkan diri jika dibuka ruang dialog yang baik untuk semua. Dalam dialog itu, semua pihak terutama KKB akan menyepakati untuk tidak lagi melakukan aksi teror yang meresahkan masyarakat. Tinggal semua memiliki keinginan kuat dengan hati terbuka untuk melakukannya," ucap Yan.

Menurutnya, masyarakat Papua sendiri tidak ingin kasus kekerasan tersebut terus berlangsung mengingat hal itu akan memengaruhi generasi muda selanjutnya.

"Inilah pentingnya dialog. Karena dialog yang baik dan mengakomodir semua pihak akan merubah pola pikir pelaku kekerasan. Jika pola pikir sudah berubah, maka selanjutnya karakter dan perilaku akan mudah sekali dibentuk Yang menjadi persoalan adalah susahnya mendeteksi otak-otak KKB ini karena mereka ada di luar negeri. Sekarang bagaimana caranya mereka yang ada di luar negeri itu dan KKB yang ada di Papua bisa kita kumpulkan dan dudukan untuk berdialog dengan pusat," ujarnya.

Yan mengajak semua elemen mulai pemerintah pusat, daerah, hingga masyarakat Papua, serta pihak KKB untuk turut andil dalam menyelesaikan konflik yang tak berkesudahan itu.

"Mari kita semua melakukan kesepakatan damai, menyudahi semua pertikaian yang hanya menguntungkan segelintir pihak dengan tujuan mengacak-acak persatuan Indonesia serta mengadu domba antaranak bangsa," ajaknya.

Kemudian anggota MPR RI Fraksi Golkar, Dave Akbarshah Fikarno juga menyetujui hal tersebut. Menurutny ada dua tahap yang harus dilakuakn guna mencapai kesepakatan damai.

"Untuk itu, penyelesaiannya mesti dibagi dua tahap. Pertama, tindakan tegas harus dilakukan terhadap kelompok yang melakukan aksi kekerasan sampai pembunuhan. Tahapan kedua dengan melakukan pendekatan kepada masyarakat secara sosial, budaya, ekonomi, dan pembangunan SDM. Dua tahap ini harus dilakukan agar upaya-upaya menuju perdamaian di Papua menjadi efektif dan mencapai hasil yang diharapkan," tambah Dave.

Hal tersebut disampaikan Yan dan Dave dalam kegiatan Diskusi Empat Pilar MPR RI bertema 'Peran TNI Polri Dalam Menumpas KKB Papua' bekerja sama dengan Biro Humas dan Sistem Informasi Setjen MPR RI dan Koordinatoriat Wartawan Parlemen, di Media Center MPR/DPR/DPD, Lobi Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.[]

Editor:
Selamat Hari Raya Diskominfo Aceh
Iklan Bank Aceh Selamat Hari Raya
Iklan Pemkab Pijay
Selamat Hari Raya Sekda Aceh