Breaking News

Refleksi Setahun Kepemimpinan Kakanwil Kemenag Aceh

Menyulut Optimisme dan Transformasi di Lembaga Ikhlas Beramal

Menyulut Optimisme dan Transformasi di Lembaga Ikhlas Beramal
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama RI Provinsi Aceh,Dr. H. Iqbal Muhammad, S. Ag., M.

Oleh: Zahari Abdullah

Waktu terus berotasi, meskipun dalam suasana Pandemi Covid-19, tak terasa tepatnya bulan Juli ini sudah setahun kepemimpinan Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh dibawah nakhoda Dr. H. Iqbal Muhammad, M.Ag. Memimpin sebuah lembaga terlebih Kementerian Agama jelas tidak mudah dalam melakukan pengawasan dan pengelolaan selevel Provinsi.

Kala itu tepatnya hari Jum’at, tanggal 10 Juli 2020, Menteri Agama RI, Fachrul Razi melantik Dr. H. Iqbal Muhammad, S. Ag., M. Ag., sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh secara virtual bersama dengan 19 Pejabat Eselon II dalam lingkup Kementerian Agama RI. Dalam sambutannya, Menteri Agama mengatakan pengangkatan pejabat tinggi dilingkungan Kementerian Agama dilakukan dengan sangat adil dan melalui proses seleksi yang cukup ketat.

Menag RI saat itu sebelum dijabat Yaqut Cholil Qoumas dalam amanatnya secara virtual, menyebutkan, yakin dan percaya dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya dibawah kendali bapak Iqbal Muhammad.

Pasca dilantik, Iqbal mengatakan amanah yang diberikan kepadanya bukanlah hal mudah namun akan berusaha dan akan fokus pada peningkatan dan pembenahan administrasi, peningkatan layanan haji dan kualitas pendidikan madrasah, pembinaan keagamaan dan kerukunan umat beragama di Aceh, serta peningkatan layanan dibidang haji, zakat dan wakaf.

Putra kelahiran Pidie itu kepercayaan yang diamanahkan kepadanya, ia ingin melakukannya sesuai dengan visi Menteri Agama untuk mewujudkan masyarakat Aceh yang Islami dan berakhlakul Karimah. Berita pelantikan tersebut menyebar ke berbagai pelosok negeri serambi Mekkah melalui berbagai media.

Kita selaku masyarakat Aceh, tentunya sangat berharap bahwa dengan pergantian Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh yang baru dapat menepis isu dan kabar miring tentang lembaga tersebut selama ini. Kita mendukung sepenuhnya upaya Kementerian Agama dalam mewujudkan lembaga yang bersih dari KKN, memberikan pelayanan public yang baik, berakhlakul karimah dan santun ditengah-tengah masyarakat.

Mengembankan amanah, bukanlah hal yang mudah, masih ingatkah kita saat "dialog" Allah SWT dalam menyerahkan amanah, siapa yang menyanggupinya. Allah SWT pernah menawari amanah tersebut kepada langit, bumi dan gunung. Namun ketiganya menolak. Bukan karena ingkar kepada Allah, mereka merasa tidak sanggup untuk mengemban besarnya amanah tersebut.

Ternyata, manusialah yang dengan berani menerima tawaran Allah SWT untuk menjadi makhluk sempurna. Hal ini dijelaskan dalam Surat Al-Ahzab." Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh." (QS. Al-Ahzab: 72).

Berkaitan dengan ayat di atas, jelas amanah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh yang diamanahkan kepada bapak Iqbal selama setahun berjalan dengan sekuat tenaga dan pikiran telah dicurahkannya demi kemajuan dan perbaikan lembaga pemerintah dengan motto "Ikhlas Beramal" di Provinsi paling ujung di Nusantara itu. Kita menyadari bahwa dalam perjalanannya memimpin lembaga yang dipimpinnya juga ada kekurangan dan ini wajar sebagai manusia biasa dan bukanlah sosok yang paripurna, namun tidak lupa juga mengapresiasi prestasi dan perubahan yang telah diraih.

Meski dianggap sebagai makhluk paling sempurna, menjadi manusia bukanlah perkara mudah. Ada hal besar yang menjadi tanggungjawab manusia yakni amanah. Menjalankan perintah serta menjauhi segala larangan-Nya menjadi amanah yang tidak dapat dibantah. Amanah ini memiliki konsekuensi.

Realisasi perbaikan Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh tentunya tak semudah membalikkan telapak tangan untuk mewujudkan lembaga yang bersih, berwibawa dan bermartabat dengan kualitas pelayan yang prima dan tata kelola yang baik sesuai regulasi yang berlaku. Hal ini, tentunya membutuhkan kerja sama yang baik, kesamaan visi dan misi serta sinergisitas yang tinggi, plus SDM yang handal.

Kakanwil Kemenag Provinsi Aceh, setahun pasca pelantikan, pelan namun pasti dengan memperhatikan dan mempedomani regulasi yang berlaku, telah berupaya dan bekerja nyata membenahi lembaga yang dinahkodainya. Hingga tak sedikit reaksi muncul terhadap upaya-upaya pembenahan dan “penyehatan” lembaga tersebut baik internal maupun dari luar lembaga.

Kemarin, jelang setahun kepemimpinan bapak Iqbal, ada orang-orang yang “terusik” dan “terganggu” dengan kinerja dan semangat Kakanwil dalam membenahi lembaga Kementerian Agama Provinsi Aceh seakan tidak pernah berhenti memunculkan isu dan berita tak beradasar tentang Kakanwil Kemenag Provinsi Aceh. Sehingga Kantor Wilayah Kementerian Agama dibawah kepemimpinan bapak Iqbal Muhammad diinvestigasi menanggapi berita miring diberbagai media. Meskipun hasilnya tidak ditemukan adanya pelanggaran dan dilakukan sesuai dengan prosedur regulasi yang berlaku.

Badai terus menerpa silih berganti digulir dan ditujukan kepada orang nomor satu di Kanwil Kemenag Aceh. Hal ini tentunya sangat wajar, namanya ini juga berjihad di era millenial seperti saat ini, hembusan "angin badai" kembali dihembuskan, entah oleh aktor intelektual yang sama dibelakang layar atau tidak, kali ini "badai" itu dalam beberapa media online, berasal kalangan yang menamakan dirinya perkumpulan dan aliansi ormas, dikendalikan oknum mahasiswa.

Pernyataan tersebut kembali mengusik kepemimpinan Kakanwil Kemenag Aceh dengan berita dan isu-isu hoaks yang lebih merupakan upaya merusak dan membunuh karakter pimpinan lembaga tersebut. Kita sebagai orang terpelajar terlebih mahasiswa harus cerdas dan sehat dalam menyikapi kondisi dan persoalan yang terjadi dalam masyarakat apalagi berkenaan dengan masalah pembinaan dan tata kelola internal lembaga. Tentunya tidak logis dan salah kaprah ketika orang diluar lembaga, bukan ASN lagi mengkritisi dan mengevaluasi kinerja Kakanwil, konon lagi mendesak Menteri Agama untuk mencopotnya. Wajar dan dewasakah?

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Dr. H. Iqbal Muhammad, M. Ag. baru-baru ini menggelar rapat pimpinan dilembaga yang dipimpinnya. Dalam rapat tersebut, setiap pimpinan unit menyampaikan capaian kinerja dan juga hambatan yang dihadapi dalam menjalankan program kerja masing-masing. Iqbal mengatakan, pelayanan kepada masyarakat harus maksimal serta menjaga tupoksi masing-masing.

Doktor lulusan UIN Ar-Raniry Banda Aceh ji berharap apa yang telah lakukan harus menghasilkan output yang baik. Di tengah pandemi hari ini, tentu banyak tantangan yang kita hadapi, namun kita harus optimis melayani umat dengan penuh disiplin bertugas menjalankan tupoksi, tetap jaga prokes ditengah Pandemi Covid-19.


Selain itu, Iqbal masih pertemuan tersebut mengharapkan jajarannya untuk saling berkomunikasi dan koordinasi dalam implementasi berbagai program kerja. Bahkan pria yang pernah menjabat Wakil Ketua Khatib Syuriah NU PC Pidie Jaya juga menyadari kekurangan publikasi terhadap kinerja dan kegiatan yang dilakukannya selama ini.Sebenarnya, banyak kegiatan dan realisasi yang telah kita lakukan tahun ini. Untuk itu berbagai hal yang kita lakukan untuk dipublikasi secara masif, kita aktifkan mercusuar publikasi ke masyakarat.

Komitmen dan kerja keras mantan wakil sekretaris Umum PW Ansor Aceh tentunya perlu mendapat dukungan dari segenap komponen masyarakat, khususnya ASN dilingkungan Kemenag Aceh dengan menampilkan kemampuan berkehidupan yang santun, berakhlakul karimah, makin bijak dan cerdas dalam menangkal berita hoaks yang terkadang sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Konon lagi di era pandemi ini, janganlah lagi kita bikin gaduh dengan berita-berita hoaks yang meresahkan masyarakat.

Merespon fenomena tersebut, Iqbal yang juga menjabat sebagai Wakil Tanfiziyah PWNU Aceh meskipun baru setahun menjabat Kakanwil Kemenag Aceh tentunya tidak latah dan emosional menghadapi beragam tuduhan dan sejenisnya yang bersifat provokatif. Tentunya sebagai seorang pemimpin yang dapat mengelola kemampuan emosionalnya akan selalu bijaksana dalam mengambil keputusan. Intelektual penting untuk bekal pemimpin tetapi kompetensi emosional juga harus menyertainya. Kompetensi emosional luar biasa, tetapi tanpa kemampuan intelektual, juga tidak akan mungkin menjadi seorang pemimpin yang baik. Tidak ada burung yang dapat terbang dengan hanya satu sayap, demikian pula kepemimpinan akan terjadi bilamana hati dan kepala atau perasaan dan pikiran bekerja sama secara harmonis. Bagaimanapun, kecerdasan tidaklah berarti apa-apa bila emosi yang berkuasa

Akhirul kalam, setahun masa kepemimpinan Kakanwil Kemenag Aceh dibawah nakhoda Iqbal Muhammad tidak sedikit perubahan yang telah dilakukannya dengan dukungan dan kontribusi semua pihak baik kalangan internal Kanwil Kemenag Aceh maupun eksternal. Tentunya kita sepakat dan sadar, bahwa beramar ma’ruf nahi munkar merupakan tanggung jawab kita semua pastinya bersikap dan bertindak sesuai dengan koridor dan ketentuan aturan hukum dan regulasi yang berlaku di negeri ini. Kritikan dan saran sangat dibutuhkan demi kemajuan lembaga tersebut dengan cara yang profesional dan baik pula.

Menutup ulasan singkat ini teringat dan terinspirasi sebuah kata hikmah yang diungkapkan Walter Lippmann salah seorang jurnalis Amerika yang sangat berpengaruh pada abad ke-20. juga seorang penulis buku filosofi, politik, kebijakan luar negeri dan ekonomi, ia berkata: "Ujian terakhir dari seorang pemimpin adalah mewariskan kepada orang-orang yang dipimpinnya keyakinan dan kemauan untuk terus maju."

Mari kita mendukung perjuangan dan jihadnya Kakanwil Kemenag Aceh untuk merealisasikan kerja nyata dan perubahan ke arah yang lebih baik untuk maju dengan perlahan membenahi lembaga ini agar lebih bersih, sehat dan bermartabat sesuai visi misi Kementerian Agama dalam mewujudkan negeri Baldatul tayyibatun warabbul Ghafur. Amin.

Wallahu Muwaffiq Ila Aqwamith Thariq


Zahari Abdullah,
Sekretaris PCNU Pidie Jaya dan Mahasiswa Pascasarjana IAIN Lhokseumawe

Iklan Idul Adha Bupati Abes
Iklan Idul Adha Gub Aceh