Breaking News

Menolak Disegel, Pemilik Warkop di Ketapang Putuskan Garis Polisi

Menolak Disegel, Pemilik Warkop di Ketapang Putuskan Garis PolisiFoto: ruangberita.co
Pemilik Warkop, Herizal saat menarik garis polisi yang dipasang oleh petugas, Senin dini hari, 24 Mei 2021.

RUANGBERITA, Aceh Besar - Pemilik Warkop Rahmat Ilahi yang berada dikawasan Keutapang, Aceh Besar, Herizal, bersitegang dengan petugas dari Tim Satgas Covid-19 Provinsi yang saat itu sedang menggelar operasi yustisi penegakan hukum aturan Protokol Kesehatan (Prokes) terhadap sejumlah warung kopi dan tempat keramaian lainnya di Banda Aceh dan Aceh Besar, Senin dini hari, 24 Mei 2021.

Pasalnya, Heri menolak warkop miliknya disegel oleh petugas, meskipun warung miliknya itu diketahui masih beroperasi di atas jam 23.00 WIB.

"Saya tidak mendapat surat atau pemberitahuan apapun terkait penyegelan itu. Tiba-tiba mereka (Tim Satgas Covid-19) datang, berbicara sebentar, langsung menyegel tempat saya," ujar Heri kepada media ini.

Dia menegaskan, secara prinsip dirinya sangat mematuhi aturan yang ditetapkan. Namun, menurut Heri, tindakan yang dilakukan oleh petugas sangat semena-mena dengan langsung memasang pita garis polisi di warung yang dikelolanya.

"Kalau peraturan tetap saya ikuti bang. Saya orang yang mengikuti peraturan. Ini kali pertama saya mendapat pemberitahuan, kok langsung disegel tempat saya," tukasnya.

Ia mengakui sebelumnya tidak pernah mengetahui adanya peraturan yang tidak memperbolehkan warkop beroperasi di atas pukul 23.00 WIB.

"Hana lon teupeu nyan (saya tidak tahu masalah itu)," tukasnya.

Amatan media ini dilapangan, walaupun jam telah menunjukkan 00.30 WIB tersebut masih beroperasi meskipun sepi pengunjung.

Awal mulanya, petugas yang datang menghimbau secara persuasif kepada Herizal selaku pengelola agar tidak beroperasi lagi di atas jam 23.00 WIB. Sempat terjadi adu mulut antara petugas dengan pemilik warkop.

Suasana bertambah panas saat petugas menyegel tempat tersebut dengan memasang garis police line. Tidak menerima tempat usahanya disegel, pemilik warkop yang tersulut emosi langsung menarik dan mengoyak police line yang telah terpasang.

Suasana akhirnya dapat diredam dengan upaya persuasif yang dilakukan petugas dan menyita KTP pemilik warung.

Editor: