Breaking News

Menikahlah, Niscaya Allah Akan Meluangkan Rezekimu

Menikahlah, Niscaya Allah Akan Meluangkan Rezekimu
Tgk. Nasrullah Al-Asyi bersama istrinya

Dunia ini merupakan tempat singgahan dan kita sebagai manusia mengembangkan tugas mulia dengan predikat Khalifah al-ardhi (Khalifah di muka bumi). Keberadaan kita di dunia ini meskipun sementara dan singgahan namun sangat menentukan untuk hari esok yang lebih indah kelak di akhirat. Disinilah kita berlomba dalam kebaikan mengumpulkan pundi-pundi amal untuk bekal hari esok dengan melakukan berbagai macam ibadah.

Ibadah itu bermacam jenisnya termasuk menikah juga ibadah. Terkadang kaum jomblo merasa sungkan dan malu berjihad
melepaskan belenggu kejomblowannya dengan bermacam motif, ada yang takut miskin dan lainnya. Allah ciptakan manusia dengan menyisipkan hawa nafsu dalam dirinya. Ada kalanya nafsu bereaksi positif dan ada kalanya negatif. Manusia yang tidak bisa mengendalikan nafsu birahi dan menempatakannya sesuai wadah yang telah ditentukan, akan sangat mudah terjebak pada ajang baku syahwat terlarang. Pintu pernikahan adalah sarana yang tepat nan jitu dalam mewadahi aspirasi nulari normal seorang anak keturunan Adam.

Hubungan biologis antara laki dan perempuan dalam ikatan suci pernikahan terhitung sebagai sedekah. Seperti diungkap oleh Rasul dalam haditsnya, “Dan persetubuhan salah seorang di antara kamu (dengan istrinya) adalah sedekah.” “Wahai Rasulullah, apakah (jika) salah seorang di antara kami memenuhi syahwatnya, ia mendapat pahala?” Rasulullah menjawab, “Tahukah engkau jika seseorang memenuhi syahwatnya pada yang haram, dia berdosa, demikian pula jika ia memenuhi syahwatnya itu pada yang halal, ia mendapat pahala.” (HR. Muslim)

Dengan menikah dua anak manusia yang berlawanan jenis tengah berusaha dan selalu berupaya membentengi serta menjaga harkat dan martabatnya sebagai hamba Allah. Akhlak dalam Islam sangatlah penting. Lenyapnya akhlak dari diri seseorang merupakan lonceng kebinasaan, bukan saja bagi dirinya bahkan bagi suatu bangsa.

Syari'at Islam telah menjelaskan bahwa keraguan merupakan bentuk tipu daya iblis dan syetan yang berusaha menghalangi langkah hamba-Nya untuk beribadah kepada Allah SWT. Lemparkan keraguan itu dengan terus berdoa dan meminta petunjuk para ulama dan ahli ilmu. Ingatlah pesan dan nasihat menikah sebagaimana diungkapkan sahabat Abu Bakar ra. : "Taatlah kepada Allah dalam apa yang diperintahkan kepadamu yaitu perkawinan, maka Allah melestarikan janjiNya kepadamu yaitu kekayaan.Allah telah berfirman: "jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karuniaNya" (HR Ibnu Abi Hatim dari Ad-Dur Al Manshur)

Selanjutnya, memperkokoh penjelasan di atas ,Umar bin Khattab mengomentari ayat diatas, beliau berkata :"Aku tak habis heran, jika ada orang yang ragu-ragu terhadap kecukupan yang akan didapat melalui pernikahan, seperti yang dijanjikan Allah dalam firmanNya, 'jika mereka miskin, maka Allah akan memampukan dengan karuniaNya" (al Qurthubi). Jangan takut menikah karena faktor ekonomi? Justru Rasulullah SAW yang memerintahkan kita mencari rizki Allah justru dengan jalan menikah sebagaimana yang diriwayatkan ad Dailami dan Abu Daud: "Carilah olehmu rizki dalam pernikahan (dalam kehidupan berkeluarga)" (HR Imam ad Dailami).

Dalam hadits yang lain, Rasulullah juga bersabda :"Kawinilah wanita-wanita itu, karena mereka akan mendatangkan mal (uang)" (HR Abu Daud). Rezeki itu dalam tanggungan Allah SWT, ingatlah firman Allah yang akan memberikan jaminan kecukupan rejeki:"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberikan rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawwakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya" (QS At Thalaaq : 2-3). Kita harus yakin bahwa Allah akan mencukupi dengan karunia-Nya, Allah pasti tidak akan mengingkari janji-Nya sendiri, bukankah Dia Maha Segalanya.

Menikah merupakan ibadah, jangan pernah ragu, generasi muda tidak ragu dalam meninggalkan status lajangnya atau bujangan. Ini disebutkan dalam hadis dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw., bersabda: “Tiga orang yang akan selalu diberi pertolongan oleh Allah adalah seorang mujahid yang selalu memperjuangkan agama Allah swt., seorang penulis yang selalu memberi penawar, dan seorang yang menikah untuk menjaga kehormatannya”. (HR. Thabrani)

Masih ragu dan takut miskin? Rasulullah hadist yang lain menyebutkan: “Tiga golongan orang yang pasti mendapat pertolongan Allah, yaitu budak mukatab yang bermaksud untuk menjelaskan perjanjiannya, orang yang menikah dengan maksud memelihara kehormatannya, dan orang yang berjihad di jalan Allah”.

Akhirul Kalam, kita mengajak kaum muda juga jomblowan terutama generasi millenial yang masih membujang, setidaknya dapat memikirkan dan merenung bukan hanya sekali, tetapi jauh lebih dari itu terhadap ancaman melajang (jomblo) dan jangan takut miskin untuk merubah status menjadi seorang suami dalam ikatan pernikahan yang diridhai Allah. Menikah merupakan sunnah Nabi, masih ragu dengan mengikuti sunnah-Nya?


Tgk. Helmi Abu Bakar El-Lamkawi
Guru Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga dan

Iklan Biro Pengadaan Barang dan Jasa
DPRK Aceh Besar Ucapan Ramadhan
Iklan Badana Pengelola Keuangan Aceh