Breaking News

Mengharapkan Tuberkulosis Musnah di Hari Tuberkulosis Dunia 2021

Mengharapkan Tuberkulosis Musnah di Hari Tuberkulosis Dunia 2021

Oleh : dr. Habibi Hibatullah

Hari peringatan Tuberkulosis (TB) sedunia atau World TB Day 2021 jatuh pada hari ini (24/3/2021). Tanggal 24 Maret ditetapkan sebagai Hari TB Sedunia karena bertepatan dengan ditemukannya bakteri penyebab TB oleh Dr. Robert Koch pada 1882. Penemuannya ini membuka jalan untuk diagnosis dan penyembuhan TB di seluruh dunia.

Laporan TB Global tahun 2020 menampilkan data 2019, menunjukkan bahwa pada 2019 terdapat 10 juta kasus TB dan 1,2 juta kematian secara global. Sementara di kawasan Asia Tenggara terdapat 4,3 juta kasus TB dan 632.000 kematian setahunnya dimana Negara dengan jumlah kasus TB terbanyak di dunia adalah India, Indonesia, dan China. Meski mematikan, TB dapat dicegah dan diobati. Sejak tahun 2000, WHO mengklaim bahwa upaya memerangi TB secara global telah menyelamatkan sekitar 63 juta jiwa.

TB dapat dikenali dengan beberapa gejala yaitu batuk berdahak lebih dari 1 bulan (dapat bercampur dengan darah), ada riwayat demam, penurunan berat badan, nyeri dada, dan berkeringat dimalam hari
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan selain menyerang paru-paru, bakteri ini juga dapat menyerang ginjal, tulang belakang, hingga otak. Infeksi TB akan lebih memburuk pada anak-anak dan individu penderita HIV/AIDS, diabetes, penyakit ginjal, dan kanker.

Bakteri penyebab TB menyebar melalui udara dari satu orang ke orang lain. Risiko penularan TB dapat terjadi apabila penderita TB batuk, berbicara, atau bernyanyi didekat orang yang sehat. Individu sehat yang menghirup bakteri ini dapat terinfeksi TB.

Untuk pemeriksaan TB, WHO merekomendasikan tes kulit tuberkulin (Mantoux test) atau pemeriksaan interferon-gamma dalam darah (IGRA) digunakan sebagai standar untuk memeriksa adanya infeksi TB. Kedua jenis tes ini membantu menemukan orang yang sudah terinfeksi TB tapi belum sakit agar lebih mungkin mendapatkan manfaat dari pengobatan pencegahan TB. Sedangkan untuk pemeriksaan klinis dapat berupa pemeriksaan radiologi dan pemeriksaan BTA (dahak)

Penularan TB dapat dicegah dengan menjaga kebersihan, mejaga jarak dari orang terinfeksi, dan mengenakan masker. Selain itu, vaksinasi TB sebaiknya dilakukan pada anak sejak bayi. WHO juga merekomendasikan integrasi layanan perawatan pencegahan TB ke dalam upaya penemuan kasus yang sedang berlangsung untuk TB aktif.

Untuk penangganan TB, opsi terbaik adalah minum obat 6 bulan berupa Obat-obat RHZE dengan pendampingan PMO (Pengawas Minum Obat) untuk memastikan tidak ada waktu yang terlewati dalam mengkonsumsi obat TB ini. Selain itu para penderita TB harus rutin melakukan pemeriksaan dahak berdasarkan ketentuan Puskesmas ataupun RS tempat penderita TB berobat agar memastikan pengobatan berjalan dengan efektif.

Momentum Hari TB Sedunia pada hari Rabu (24/3/2021) mengingatkan kita agar berada di jalur yang benar untuk mencapai target penanganan TB global dalam tujuan pembangunan. Pengobatan dan pencegahan TB merupakan intervensi lebih terjangkau yang dapat mencegah keluarga tidak jatuh ke dalam kemiskinan serta menjaga derajat kesehatan dan kemampuan ekonomi seluruh masyarakat.

Terakhir, di momen hari TB sedunia ini, mari kita sama-sama berdoa semoga Dunia dan Indonesia bebas TB.

Penulis bernama lengkap dr. Habibi Hibatullah - Ketua Humas Perhimpunan Klinik dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Indonesia (PKFI) Wilayah Aceh

Iklan Biro Pengadaan Barang dan Jasa
DPRK Aceh Besar Ucapan Ramadhan
Iklan Badana Pengelola Keuangan Aceh