Breaking News

Iklan DPRK ABES Ucapan Selamat Sekda

Mengenal Hamil Anggur, Kelainan di Masa Awal Kehamilan

Mengenal Hamil Anggur, Kelainan di Masa Awal Kehamilan

Oleh dr. Rezki Muttakin


Hamil Anggur atau Mola Hidatidosa adalah salah satu kelainan yang terjadi pada awal kehamilan yang ditandai dengan keluarnya darah dari liang vagina dan disertai keluarnya jaringan mola tampak seperti buah anggur atau mata ikan (tidak selalu). Plasenta / ari-ari yang terbentuk pada kasus ini tidak normal dan terbentuk seperti sekumpulan anggur, sering kali janin sama sekali tidak terbentuk, hanya terbentuk jaringan plasenta yang abnormal.

Hamil anggur dalam ilmu obstetric dan genecology tergolong sebagai penyakit trofoblastik gestasional atau dengan bahasa awamnya tumor yang dapat ditangani hingga tuntas sebelum mengalami penjalaran ke organ sekitar rahim.

Di Indonesia epidemiologi hamil anggur secara nasional masih belum diketahui, pada tahun 2014 bagian obstetric dan genecology RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado melaporkan bahwa hamil anggur ditemukan 35 kasus selama periode januari – desember 2014.


ANC atau antenatal care merupakan perawatan ibu dan janin selama masa kehamilan. Sangat penting melakukan kunjungan ANC. Melalui ANC berbagai informasi serta edukasi terkait kehamilan dan persiapan persalinan bisa diberikan kepada ibu sedini mungkin. Kurangnya pengetahuan mengenai tanda bahaya kehamilan sering terjadi karena kurangnya kunjungan ANC.

Kurangnya kunjungan ANC ini bisa menyebabkan bahaya bagi ibu maupun janin seperti terjadinya perdarahan saat masa kehamilan karena tidak terdeteksinya tanda bahaya. Salah satu pemeriksaan penting pada kunjungan ANC adalah USG (Ultrasonografi).

Pada wanita di awal usia kehamilan pemeriksaan USG harus dilakukan. Pemeriksaan ini bertujuan Mengkonfirmasi kehamilan, memeriksa detak jantung janin, menentukan usia kehamilan dan estimasi waktu lahir, serta mengidentifikasi adanya kelainan pada janin.

Saat melakukan konsultasi dengan dokter kandungan (ANC), biasanya dokter akan menanyakan status obstetric seperti hari pertama haid terakhir (HPHT), Riwayat rentang waktu dari awal pembuahan hingga persalinan, Riwayat kehamilan sebelumnya dan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan kehamilan pada umumnya. Gunanya untuk mengetahui faktor resiko dan penyebab terjadinya hamil anggur (Mola Hidatidosa).


Penyebab dan Faktor Resiko pada Hamil Anggur


Hamil anggur (mola hidatidosa) terjadi karena awal proses pembuahan yang tidak normal. Hal ini terjadi karena sel sperma yang membuahi sel telur kosong atau terdapat dua sel sperma yang membuahi satu sel telur. Pada kondisi sel sperma yang membuahi sel telur kosong disebut dengan hamil anggur lengkap. Yaitu sel terbentuk hanya dari gen ayah sehingga janin tidak terbentuk meski plasenta atau ari-ari tetap tumbuh, tetapi tidak normal.

Pada kondisi dua, sel sperma yang membuahi satu sel telur disebut dengan hamil anggur Sebagian. Kondisi ini terdapat tambahan genetic dari ayah, sehingga hasil pertumbuhan tidak bertahan lama atau mati dalam beberapa minggu.


Faktor resiko hamil anggur cenderung lebih tinggi terjadi pada usia kurang dari 20 tahun dan pada usia diatas 35 tahun. Faktor lain adalah genetik, riwayat hamil anggur pada kehamilan sebelumnya, riwayat keguguran dan gizi buruk.

Gejala dan Diagnosis pada Hamil Anggur
Gejala awal pada hamil anggur hampir sama dengan kehamilan pada umumnya yaitu berupa rasa mual, muntah, pusing dan gejala-gejala umum lainnya. Hanya saja kondisi tersebut seringkali lebih parah dari kehamilan normal.

Pertumbuhan diawal berkembang sangat pesat sehingga ukuran rahim lebih besar dari pada usia kehamilan. Perdarahan merupakan gejala utama mola hidatidosa, biasanya keluhan perdarahan inilah yang mendorong pasien dating kerumah sakit atau klinik.

Perdarahan biasanya terjadi antara bulan pertama hingga bulan ketujuh dengan rata-rata usia kehamilan 12 minggu sampai dengan 14 minggu. Perdarahan dapat bersifat hilang timbul, sedikit-sedikit atau banyak. Sehingga menyebabkan pasien mengalami anemia ringan hingga berat dan dapat berujung pada kondisi kritis hingga kematian.


Untuk memperkuat diagnosis, pemeriksaan penunjang laboratorium yang mengukur kadar human chorionic gonadotropin (hCG) dalam darah maupun urin dapat dilakukan. Pemeriksaan mikroskopis pada hamil anggur merupakan pemeriksaan yang terbaik dan terakurat.


Walaupun pemeriksaan histopatologi sebagai yang terakurat pada hamil anggur tetapi pemeriksaan ultrasonografi (USG) juga dapat dilakukan untuk mengkonfirmasi dugaan hamil anggur. Selain itu USG juga memiliki kelebihan karena cepat, mudah, tepat dan akurat.

Peran USG untuk hamil anggur adalah sebagai diagnosis awal, evaluasi terhadap pengobatan jika sedang dalam pengobatan atau untuk membedakan kasus yang berulang. Pada pemeriksaan USG dapat ditemukan gambaran khas yaitu gambaran seperti badai salju atau gambaran seperti sarang lebah. Hamil anggur dapat terdeteksi pada pemeriksaan USG minggu kedelapan atau Sembilan usia kehamilan.


Pencegahan


Setiap wanita pasti menginginkan kehamilanya itu sehat, maka dari itu ada beberapa hal untuk mencegah terjadinya hamil anggur. Diantaranya usia pada saat hamil sebaiknya diantara 20 sampai dengan 35 tahun. Faktor gizi yang baik mencakup makanan yang tinggi protein dan makanan yg banyak mengandung vitamin A. Salah satu factor resiko terjadinya hamil anggur adalah karena kekurangan protein dan kekurangan vitamin A.

Perbaiki gaya hidup dengan menjalankan pola hidup sehat seperti tidak merokok atau menghindari terapar asap rokok, tidak mengkonsumsi alkohol dan melakukan olahraga rutin. Hal ini bukan hanya berlaku untuk wanita saja tapi juga berlaku untuk para pria.

Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah pentingnya konsultasi kedokter kandungan sebelum dan pada saat awal kehamilan untuk mendeteksi dini kondisi Hamil Anggur. Hal tersebut juga dapat mencegah ataupun mengambil Langkah / tindakan yang harus dilakukan jika memiliki gejala dan tanda yang mengarah kehamil anggur.


Pengobatan pada Hamil Anggur
Pengobatan pada hamil anggur adalah memperbaiki kondisi tubuh, kuretase, pembedahan atau pemberian obat untuk memperbaiki kontraksi Rahim. Semua metode pengobatan atau terapi tersebut harus dilakukan oleh dokter spesialis kandungan.

Pada saat masa pengobatan biasanya pasien akan dijadwalkan USG untuk melihat kondisi Rahim. Hal ini berfungsi juga bagi wanita yang mempersiapkan kehamilan berikutnya apakah kondisi rahimnya sudah siap untuk hamil kembali.

Kesimpulan


Hamil Anggur adalah suatu penyakit kandungan dengan gejala perdarahan melalui liang vagina dan kadang tampak seperti buah anggur / mata ikan yang keluar dari vagina. Hamil anggur ini biasanya terjadi karena awal proses pembuahan yang tidak normal.

Perlu diketahui bahwa hamil anggur biasanya terjadi pada wanita dengan rentang usia kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun, genetik, riwayat hamil anggur pada kehamilan sebelumnya, riwayat keguguran dan gizi buruk. Gejala awal pada hamil anggur selain perdarahan yaitu berupa rasa mual, muntah, pusing, ukuran rahim lebih besar daripada usia kehamilan dan tampak keluar jaringan seperti buah anggur.

Penting bagi wanita sebelum dan saat awal kehamilan untuk memeriksakan diri kedokter kandungan dan melakukan pemeriksaan USG. Pemeriksaan tersebut adalah satu metode yang cepat, mudah, tepat dan akurat untuk mendiagnosis awal kondisi Hamil Anggur.

Penanganan awal pada hamil anggur dapat berupa pengobatan, pembedahan dan kuretase. Oleh karena itu, untuk mencegah hamil anggur, Ibu diharapkan untuk menjaga pola hidup sehat seperti tidak merokok atau menghindari terpapar asap rokok, Olah raga teratur, mengkonsumsi makanan sehat dan tidak mengkonsumsi alkohol.

dr. Rezki Muttakin merupakan salah satu anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Aceh Barat