Breaking News

Menelusuri Seberkas Asa dan Semangat Belajar Masa Pandemi di SMPN 1 Ulee Gle Pijay

Menelusuri Seberkas Asa dan Semangat Belajar Masa Pandemi di SMPN 1 Ulee Gle Pijay

RUANGBERITA.CO I Hiruk pikuk jalan nasional Banda Aceh Medan menghiasi keseharian di negeri perbatasan Kota Juang Bireuen. Meskipun rra pandemi terus bergulir dan meskipun tensi sudah ada penurunan namun bukan berarti kewaspadaan kita diabaikan termasuk di dunia pendidikan. Fenomena ini sebagaimana terlihat di salah satu daerah di negeri syari'at Islam Aceh tepatnya Pidie Jaya.

Catatan historis menunjukkan bahwa Pidie Jaya merupakan salah satu daerah yang telah banyak melahirkan tokoh lintas elemen Ulee Glee yang merupakan ibu kota Kecamatan Bandar Dua.

Sejak dulu kawasan tersebut bukan hanya melahirkan tokoh dari jalur pendidikan nonformal seperti dayah yang melahirkan ulama kharismatik seperti Abu Uteun Bayu, Abu Kuta Krueng dan lainnya juga pendidikan formal sebagai embrio lahirnya tokoh sentral dan penting di negeri ini.

Salah satu sekolah yang telah memberikan kontribusi melahirkan tokoh di daerah yang berdiri banyak dayah dan layak disebut Kota Santri di Pidie Jaya itu SMPN 1 Bandar Dua. Sekolah yang kini terletak di pinggir jalan nasional Banda Aceh-Medan terus membenah dirinya menjadi sekolah favorit di negeri Tgk Japakeh itu.


Di tengah pandemi covid-19 SMPN 1 Ulee Gle terus melakukan rotasi pendidikan sesuai dengan arahan pemerintah dalam pembelajaran.

Muhammad Althafi siswa kelas 2-1 mengatakan selama Pandemi Covid-19 pembelajaran tidak sebagaimana masa normal sebelum covid-19, namun bagaimana pun belajar harus tetap di jalani.

"Meskipun begini kondisi negeri ini, namun kegairahan belajar mengajar harus tetap di tumbuhkan demi masa depan yang lebih baik," ungkap siswa asal Blang Dalam.

Sementara itu Putri Suci Ramadhani menyebutkan enaknya belajar secara bersama seperti dulunya sebelum covid-19, namun apa hendak dikata karena kondisi seperti ini.

"Ya harus dijalani walaupun tidak "seindah" belajar sebelum covid-19 secara bersama," lanjut putri pasangan Syahnur-Nurhasanah asal Meuko Khutang.

Kegairahan belajar mengajar masih tersisa di bawah bagunan berlantai dua sekolah yang terletak di pinggiran jalan Banda Aceh-Medan. Keberadaan sekolah untuk era millenial saat ini tergolong sempit dan seharusnya perlu perluasan dan peremajaan beberapa bangunan untuk mendukung realisasi pendidikan di sekolah yang kini di nahkodai sosok perempuan yang tergolong kreatif dan inovatif di dunia pendidikan sekaliber Pidie Jaya.

Keinginan bisa belajar normal seperti dulu merupakan harapan semua orang baik guru, siswa dan orang tua, namun dengan catatan Pandemi Covid-19 sudah bisa "berdamai".

"Kita sangat berharap suasana belajar mengajar seperti dulu bisa kembali berjalan tentunya setelah adanya anjuran pemerintah untuk melakukan hal tersebut dan berharap Pandemi Covid-19 bisa "minggat" dari lingkungan kita," pinta salah seorang pengajar di SMPN 1 Ulee Glee yang kini masih dinakhodai sosok wanita enerjik dan kontributif bernama Hamidah, M.Pd

Mengupas SMPN 1 Ulee Gle yang kini terus berbenah dengan atsmosfir ruang letak dan luasnya SMPN 1 dengan siswa yang kian bertambah dari waktu ke waktu, setidaknya perlu "reformasi" dan setidaknya berbagai sarana dan prasarana menjadi media pendukung dan pembelajaran. Harapan ini juga menjadi garapan dan hasrat pucuk pimpinan sekolah tersebut sehingga anak didik kemana pergi dan berada di lingkungan sekolah alam akan mengajarinya.

Ide yang dicetuskan master pendidikan itu ada yang mengangapnya "ide boros bin gila", namun tekadang ibu yang anaknya berhasil di dunia pendidikan hingga mendapatkan bea "gratis" melanjutkan pendidikan di negeri nun jauh di sana juga berusaha anak orang lain bisa lebih dari itu semakin bersemangat berusaha ide-idenya berhasil di SMPN itu demi kemajuan dan kebaikan untuk anak cucu kita.

Waktu terus berotasi, matahari kian menemukan titik puncak, tanpa disadari bel tanda pulang sudah tiba, anak-anak sudah bershalawat mengkhatami belajar namun tinggal satu pertanyaan yang belum bisa dijawab. Kapankah waktu dan momentum belajar tatap muka normal seperti pra Pandemi Covid-19 bisa kembali menyapa kita dalam belajar mengajar, tahun depankah atau kita yang duluan harus pamit kala maut menjemput?

**Tgk. Helmi Abu Bakar el-Langkawi Guru Dayah MUDI Samalanga dan Guru PBI Pijay

Wallahu'Alam Bishawab

Wallahu Muwaffiq Ila Aqwamith Thariq

19 November 2020, Ulee Gle,Pidie Jaya?

Ucapan Selamat Gub Ultah Serambi