Breaking News

Melirik Maulid Gampong Lamkawe dalam Lensa Televisi Nasional Menjelang Pemilihan Keuchik

Melirik Maulid Gampong Lamkawe dalam Lensa Televisi Nasional Menjelang Pemilihan Keuchik
Suasana maulid nabi Muhammad Saw di Gampong Lamkawe Pidie menjelang suksesi pemilihan Keuchik

Suasana pagi dengan udara asri di warnai kicauan burung pagi di tengah Pandemi Covid-19 yang masih menyelimuti penduduk bumi, nun jauh di barat Nusantara dari kejauhan terdengar lantunan syair dan shalawat via pengeras suara.

Melacak pusat suara ternyata akan digelar perhelatan tahunan di sudut Gampong yang terletak di Provinsi paling ujung barat negara yang di nakhodai Jokowi-KH Ma'ruf Amin ini tepatnya wilayah negeri Pidie yang dikenal dengan Lamkawe meskipun terkadang konsonan penyebutan masyarakat sudah terbiasa dengan logat Langkawi yang nama itu populer di negeri seberang Malaysi luas dengan berbagai kelebihan dan spesifikasinya sebagai daerah yang telah melahirkan banyak tokoh lintas elemen juga putra daerahnya banyak yang sukses dan berhasil di negeri perantauan.

Momentum maulid merupakan salah satu media silaturrahmi dan merajut ukhuwah. Terlebih kenduri maulid dengan kondisi masyarakat Lamkawe banyak perantau. Para perantau menjadi maulid momen mudik Gampong halaman untuk bersilaturahmi dan mengunjungi orang tua. Fenomena ini terlihat kontras dalam kenduri maulid di Lamkawe, Minggu,(22/11/2020)

Para perantau dari jauh meskipun sesibuk apapun, mencuri waktu untuk mudik ke kampung halaman merayakan maulid dengan keluarga besar dan sanak keluarganya. Ini sebagaimana diutarakan salah seorang perantau Gampong tersebut

"Alhamdulillah, momentum maulid nabi Muhammad Saw ini kami perantau menjadikan maulid nabi untuk melakukan mudik mengunjungi orang tua dan keluarga juga berkumpul dan merajut ukhuwah dengan warga Gampong," ungkap Fuadi Abu Bakar atau akrab disapa Fuad Lamkaruna salah seorang perantau yang tinggal di Bireuen dan dikenal dekat tokoh sukses H. Mukhlis Takabeya.

Di tengah Pandemi Covid-19 dan maulid nabi plus suksesi menjelang pemilihan raja alias Keuchik Lamkawe, namun semangat ukhuwah dan kebersamaan masih bersemi meskipun panasnya menjelang pencoblosan hari H 1 Desember 2020.

"Tahun ini hasil akhir panitia pemilihan Keuchik secara langsung (Pilchiksung) ada dua calon Keuchik Gampong Lamkawe nomor urut 1 (Edi Kurniawan) dan nomor urut 2 (Fauzi Yahya), semoga terpilih pemimpin yang terbaik demi kebaikan dan perbaikan Gampong ini," kata Fikri salah seorang "KIP" alias panitia pemilihan Keuchik Gampong Lamkawe.

Tahun ini ada sedikit berbeda dengan suhu politik di gampong tersebut, dua kandidat yang muncul pasca diumumkan "KIP"Lamkawe (panitia Pilchiksung) hanya ada dua kandidat yang memenuhi syarat. Edi Kurniawan (EKA) tokoh muda yang masih jomblo akan "berjibaku" dengan Fauzi Yahya
(FAH).

EKA dengan sederet kelebihan dan keunggulan yang telah dilakoninya diberbagai bidang bahkan EKA juga telah menjabat sebagai penyelenggara pemilu dan pilkada di Kecamatan yang terkenal dengan negeri seribu kuliner itu bahkan andilnya sebagai tokoh kunci dalam tim sukses Ibu Kartini yang berjibaku dalam pemilu tahun yang silam berhasil meraih kursi dua periodeanggota DPRA.

FAH juga tidak kalah ketokohannya dengan berbagai kelebihan juga kejeniusannya saat masih menjadi pelajar di Kota Kembang Tanjung. Lantas siapakah yang akan memimpin tampuk pimpinan Gampong Lamkawe, EKA dengan nomor 1 dan FAH nomor undian 2, akankah Edi Kurniawan (EKA) mengikuti jejak presiden Jokowi dengan urut satu dan Prabowo nomor urut dua seperti halnya merujuk kesuksesan Joe Biden yang mengalahkan pertahana Donald Trump mampu meraih tahta kepemimpinan atau FAH akan menjadi kampiumnya? Jangan berspekulasi bro, Jangan berandai dan menghakimi tunggu jawaban masyarakat Lamkawe hari H nantinya.

"Panas" nya tensi politik menjelang suksesi pemilihan Keuchik dan kerja tim sukses masing-masing kubu nomor 1 dan 2, namun kedewasaan masyarakat maulid nabi Muhammad Saw tetap berjalan dengan esensial dalam ukhuwah dan silaturrahmi.

Lantunan zikir dan shalawat terus menggema matahari yang redup di lapisi awan tebal hitam sedangkan angka rotasi jam dinding telah menunjukkan saatnya menikmati hidangan maulid bersama masyarakat. Bersahabatnya cuaca dan sejuk serta dinginya kondisi bahkan rintikan hujan sempat membahasi, namun berkat doa dan zikir yang dilantunkan di tengah suasana maulid sang hujanpun ikut "berdamai" memberikan kebahagiaan dan hajat besar masyarakat Lamkawe juga ikut mengamini keberkahan maulid nabi Muhammad Saw di Gampong Lamkawe.

Terlihat anak-anak, orang dewasa, kaum muda duduk berbaur di komandai Tgk. Imum dan beberapa petugas untuk membagikan hidangan maulid berlapis. Lautan masyarakat dari Gampong tetangga berdatangan memadati perkarangan Meunasah setempat untuk memenuhi undangan maulid di Gampong Lamkawe.

Imum Chik Gampong Lamkawe, Tgk Abdullah mengatakan, perayaan maulid nabi ini merupakan syiar agama yang sudah menjadi tradisi di Aceh secara umumnya. Dimana tujuan dari perayaan maulid adalah untuk mengenang junjungan alam sebagai wujud kecintaan ummat kepada Rasulullah.

"Alhamdulillah, perayaan maulid di Lamkawe selalu ramai setiap tahunnya, karena kita semua sangat mencintai Rasulullah. Jadi tidak ada alasan untuk menghalangi perayaan kecintaan ini, karena dalam perayaan ini selain diisi dengan zikir dan shalawat, kita juga memanjatkan doa agar wabah Covid-19 ini juga segera berlalu," sebutnya yang telah lama dipercaya sebagai Tgk Imum. Sementara itu salah seorang warga perkan perayaan maulid ini, masyarakat juga berlomba-lomba untuk menyajikan menu makanan terbaik bagi pengunjung perayaan.

"Alhamdulillah tradisi maulid nabi yang telah dilakukan secara turun temurun harus kita lestarikan dan momentum maulid nabi Muhammad ini menjadi media ukhuwah dan memperkokoh persatuan serta silaturahmi antar sesama warga terlebih dengan acara ini para perantau dan warga non perantau
bisa bisa bertemu kembali dan saling bercengkrama dan bertukar pikiran demi kebaikan dan perbaikan Gampong,"ungkapnya yang juga salah seorang PNS dan pemain sepakbola yang terkenal pra era Millenial itu.

Pelaksana maulid di berbagai daerah di Aceh tradisinya berbeda-beda termasuk Gampong Lamkawe, masyarakat sejak pagi sudah membawakan hidangan berlapis dengan angkutan pribadi. Santapan makanan bersama dengan nasi campuran saat warga menikmati menjadi daya tarik tersendiri bahkan ada reporter televisi nasional ikut terlihat reporter Metro TV dan media lainnya ikut meliput maulid nabi Muhammad Saw di Gampong Lamkawe.

Bahkan salah satu media nasional dalam siaran rutin liputan 6 SCTV ikut meliput maulid di Gampong Lamkawe dengan judul liputannya: "Nasi Ruah Warnai Peringatan Maulid Nabi".

Di balik kenduri maulid nabi Muhammad Saw sebagaimana yang dilakoni masyarakat Lamkawe sejak dulu dan turun temurun telah memberikan sebuah pelajaran penting dan pendidikan untuk kita bersama diantaranya untuk eksis merajut ukhuwah, silaturrahmi dan persatuan antar sesama warga baik perantau maupun non perantauan.
Di samping itu nilai keteladanan di balik jejak perjalanan Rasulullah Saw juga patut kita teladani dalam keseharian. Mari kita berdoa semoga kita selalu dalam kebersamaan dan ridha-Nya serta lahir nakhoda negeri Lamkawe ke arah yang lebih baik. Amin.

Wallahu Muwaffiq Ila Aqwamith Thariq

Tgk. Helmi Abu Bakar el-Langkawi, Penggiat Literasi asal Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga tinggal di Blada City Pijay

Iklan Biro Pengadaan Barang dan Jasa
DPRK Aceh Besar Ucapan Ramadhan
Iklan Badana Pengelola Keuangan Aceh