Breaking News

Maraknya Anak Terlantar, Ketum BFLF: Seluruh Stakehoder Harus Fokus Hadapi Ini

Maraknya Anak Terlantar, Ketum BFLF: Seluruh Stakehoder Harus Fokus Hadapi IniFoto: Ist
Ketua Umum BFLF, Michael Oktaviano

RUANGBERITA.CO I Banda Aceh - Ketua Umum Blood For Life Foundation (BFLF) Michael Oktaviano menyebutkan maraknya oknum orangtua yang terjerumus narkoba membuat anak menjadi terlantar dan tidak mendapat pendidikan maksimal dari keluarga.

"Anak yang menjadi korban, sehingga panti asuhan yang mengambil alih tanggungjawab pemenuhan hak anak. Seharusnya peran itu utamanya dari keluarga si anak," ujar Michael kepada Ruangberita.co, Selasa, (8/6/2021).

Diterangkan olehnya, dirinya banyak menemukan fakta di lapangan, anak menjadi terlantar gara-gara orangtuanya masuk penjara karena terlibat narkoba.

"Ini realita yang terjadi sekarang," ucap Michael.

Ia menambahkan, keadaan tersebut diperparah dengan keterlibatan orang tua pada permainan game judi online.

"Ada juga yang bercerai gara-gara si orangtua candu bermain judi online. Akhirnya, setelah bercerai si anak diantar  ke panti," ungkap dia.

Michael tidak menafikkan panti sosial sebagai representasi negara wajib hadir untuk mendampingi dan memenuhi kebutuhan anak. Namun, sambungnya, sangat disayangkan jika penyebab anak terlantar dan dititipkan ke panti hanya disebabkan oleh kesalahan orangtua yang terjerumus narkoba atau terlibat judi online.

"Ini kan kesalahan yang dibuat-buat. 'Cari penyakit sendiri' kalau istilah orang Medan," tutur laki-laki yang pernah menjadi nominator 10 terbaik kategori PNS Inspiratif dalam ajang Anugerah ASN 2020 yang diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) ini.

Lebih lanjut ia mengatakan narkoba telah menjadi situasi darurat saat ini, dimana bukan hanya 'menjamah' perkotaan, namun telah 'merangsek' ke tingkat kampung. Dia berharap, keluarga dapat berperan secara maksimal sebagai benteng utama bagi pendidikan dan tumbung kembang anak.

"Sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam wajib hukumnya bebas narkoba, bukan lagi pencanangan. Ini persoalan besar yang harus dijadikan perhatian bagi seluruh stakeholder, baik itu pemerintah, maupun masyarakat, dan instrumen lainnya," imbuh Michael.

"Focusnya kesitu dululah, sehingga dengan adanya atensi ini dapat membentuk generasi terbaik. Jangan pernah bermimpi menjadi baik, jika generasi emas ini tidak memiliki harapan terhadap masa depannya sendiri," tegas Michael sekaligus menutup keterangannya.

Editor: