Breaking News

Luhut Dorong Implementasi Energi Baru Terbarukan di Aceh

Luhut Dorong Implementasi Energi Baru Terbarukan di Aceh

 

RUANGBERITA.CO I JAKARTA-- Provinsi Aceh merupakan salah satu kota yang masuk dalam fokus percepatan pembangunan infrastruktur dan pengembangan wilayah. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Pandjaitan menyampaikan tentang kesempatan Aceh untuk mengembangkan energi baru terbarukan (EBT). Ia menyebutkan, Aceh memiliki potensi pengembangan EBT yang besar, yaitu mencapai 27,7 megawatt (MW).

Hal tersebut disampaikan Menko Marves dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan Wilayah dan Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Aceh yang digelar secara daring bersama Gubernur Aceh dan sejumlah Menteri terkait lainnya, Selasa, (20/4/2021).

Luhut menyebutkan, salah satu lokasi yang akan difokuskan untuk EBT adalah Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong dengan lahan seluas 67 hektar. Ditargetkan nantinya Aceh dapat menjadi kawasan percontohan green industrial park. Selain itu, KIA Ladong akan mampu menjadi magnet penggerak perekonomian di wilayah Aceh.

Untuk mendukung rencana trsebut, Menko Luhut meminta Menteri ESDM dan Menteri Perindustrian saling berkoordinasi untuk membuat Aceh Green Industrial Park supaya arah pengembangan kawasan industry berbasis EBT dapat terwujud, mengingat Aceh memiliki potensi EBT yang besar.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif pun menjelaskan secara lebih rinci tentang peluang pengoptimalan EBT di Aceh, yaitu sebesar 25,31 gigawatt (GW). Jumlah ini terdiri dari 1,2 GW energi panas bumi, 16,4 GW energi surya, 6,6 GW energi hidro, 0,89 GW energi angin, dan 0,22 GW bioenergi.

Sepakat dengan Menko Luhut, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, juga percaya bahwa pengembangan energi terbarukan di Aceh dapat menjadi primadona karena masyarakat dan industri sudah mulai berpindah dari energi fosil ke EBT.

Selain potensi EBT di Aceh, khususnya di KI Ladong, ada tiga hal lain yang dibahas dalam rapat ini. Pertama, progres pembangunan nasional di Provinsi Aceh, khususnya pembangunan yang masuk ke dalam Major Project dan Prioritas Nasional. Di Aceh, telah diupayakan pembangunan konektivitas dan aksesibilitas transportasi. Untuk transportasi darat, tindakan yang dimaksud mencakup pembangunan jalan nasional, jalan provinsi, dan jalan kabupaten/kota yang seluruhnya memerlukan penanganan lebih lanjut.

Progres pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhoukseumawe juga dikulik dalam rapat ini. Update kondisi usaha atau kegiatan ekonomi di lokasi KEK dan infrastruktur penunjang di sekitarnya seluas 2.622,48 hektar perlu menjadi perhatian. Kegiatan utama di lokasi ini, meliputi pembangunan dan pengelolaan kawasan, industri energi, industri petrokimia, industri pengolahan kelapa sawit, dan logistik yang akan melibatkan 40.000 orang pada tahun 2027.

Iklan Pemkab Pijay
Gubernur Hardiknas
Hari Pendidikan Nasional Disdik Aceh