Breaking News

Kasus Sodomi di Lhokseumawe

KPPAA Aceh Minta Aparat Penegak Hukum Gunakan UU Perlindungan Anak

KPPAA Aceh Minta Aparat Penegak Hukum Gunakan UU Perlindungan AnakFoto: Ist
Komisioner Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Aceh (KPPAA), Firdaus D Nyak Idin

RUANGBERITA.CO I Lhokseumawe -Komisioner Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Aceh (KPPAA) Firdaus D Nyak Idin berharap aparat penegak Hukum menangani pelaku dan korban dengan UU Perlindungan Anak.

“Sebab kalau dengan Qanun Jinayat, anak korban yang sudah beberapa kali disodomi berpotensi jadi pelaku apabila ada unsur kerelaan,” ujar Firdaus, minggu, 30 Mei 2021, mengomentari kasus sodomi anak di bawah umur yang terjadi hari ini di Lhokseumawe.

Menurut dia, dengan UU Perlindungan Anak, anak korban akan tetap dianggap korban dan harus dapat penanganan maupun rehabilitasi secara tuntas.

“Tanpa rehabilitasi tuntas, anak korban sodomi sepanjang umurnya cenderung menjadi pelaku. Bahkan kemungkinan besar, pelaku pun dulunya adalah korban,” jelas Firdaus.

Saat disinggung terkait aturan rehabilitasi korban pada Qanun Jinayat, secara tegas Firdaus menjawabnya tidak ada.

“Tidak ada,” ucapnya singkat.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga meminta Pemerintah Daerah tanggap menangani dan rehabilitasi korban secepat mungkin.

“Polisi juga diminta untuk menelusuri kemungkinan ada korban lain. Termasuk menelusuri korban yang ada, kemungkinan telah menjadi pelaku dengan korban yang lain pula,” tutupnya.

Seperti yang telah diberitakan media ini sebelumnya, seorang pemuda berinisial Am (21 th), diamankan petugas kepolisian Polres Lhokseumawe setelah diduga menyodomi anak dibawah umur, sebut saja namanya Rangga (8 th), minggu, 30 Mei 2021. Perbuatan keji itu dilakukan pelaku di toilet Masjid Agung Islamic Center Kota Lhokseumawe.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto, SIK, MH saat dikonfirmasi media ini membenarkan peristiwa tersebut.

“Betul, betul,” ucap AKBP Eko melalui sambungan langsung, Minggu, 30 Mei 2021.

Editor: