Breaking News

Perkara Jahe di Indonesia, Komisi IV DPR RI Minta Stop Impor

Perkara Jahe di Indonesia, Komisi IV DPR RI Minta Stop Impor
Jahe impor yang bercampur tanah asal Vietnam dan Myanmar (Foto: Kompas).

RUANGBERITA.CO | Jakarta - Peristiwa impor jahe di Indonesia kembali menjadi persoalan. Indonesia yang merupakan negara pengekspor jahe, justru mengimpor jahe dari luar negeri.

Anggota Komisi IV DPR RI, Bambang Purwanto mengatakan hal itu sebagai ironi. Ia menilai pernyataan Badan Karantina Pertanian (Barantan) yang memaparkan bahwa Indonesia selama tahun 2020 dan 2021 telah mengimpor 24,4 ribu ton jahe.

“Ironis tapi ini fakta yang harus kita sadari bersama bahwa kita terbuai serta bangga mempunyai alam yang subur tetapi karena kelengahan kita menjadi terbalik posisi. Negara yang dulu impor jahe dari Indonesia saat ini justru mengekspor jahe ke Indonesia,” ungkap Bambang kepada wartawan pada Kamis (1/4/2021).

Menurutnya, permintaan jahe di masa pandemi Covid-19 meningkat, harusnya Indonesia dapat melihat peluang tersebut.

“Artinya tidak mampu melihat peluang pasar yang meningkat, harusnya  justru ditingkatkan. Tapi justru peluang inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh pengusaha untuk dipenuhi dari impor,” imbuh Bambang.

Bersamaan dengan hal tersebut, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Hasan Aminuddin meminta pemerintah menghentikan impor jahe. Indonesia merupakan produsen dan kebutuhan jahe masih dapat dipenuhi dari petani dalam negeri.
"Kita ini produksi, jelas harus menghentikan impor," tegasnya.

Bahkan perkara impor jahe terbaru menjadi sorotan lantaran bercampur tanah dan berpotensi membawa penyakit sehingga harus dimusnahkan. Sebanyak 397,9 ton jahe tersebut berasal dari Vietnam, Myanmar, dan India.[]

Iklan Biro Pengadaan Barang dan Jasa
DPRK Aceh Besar Ucapan Ramadhan
Iklan Badana Pengelola Keuangan Aceh