Breaking News

Iklan DPRK ABES Ucapan Selamat Sekda

KKP Terbitkan Aturan Penataan Kabel dan Pipa Bawah Laut

KKP Terbitkan Aturan Penataan Kabel dan Pipa Bawah Laut

RUANGBERITA.CO I Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menerbitkan aturan untuk mengentaskan masalah kesemerawutan kabel maupun pipa yang ada di ruang laut. Aturan yang dimaksud adalah Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (Kepmen KP) Nomor 14 Tahun 2021 tentang Alur Pipa dan / atau Kabel Bawah Laut yang terbit pada 18 Februari 2021.

"Alur Pipa dan Kabel Bawah Laut yang dimaksud merupakan acuan dalam penyelenggaraan pipa dan kabel bawah laut," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, dalam rapat koordinasi lintas sektor virtual yang dipimpin oleh Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Selasa (23 / 2/2021).

Peta alur pipa dan / atau kabel bawah Laut terdiri dari 217 segmen kabel bawah laut dan 43 segmen pipa bawah laut. Termasuk di dalamnya empat stasiun pendaratan (LS) sistem komunikasi kabel laut (SKKL) internasional, termasuk Jayapura, Batam, Kupang dan Manado.

Menteri Trenggono menjelaskan, permasalahan tumpang tindih kabel atau pipa di bawah laut ini sudah menjadi perhatian pemerintah sejak pertengahan 2020. KKP bersama kementerian / lembaga lainnya di bawah komando Kemenko Marves rutin berkoordinasi memetakan solusi terbaik hingga akhirnya terbitlah Kepmen KP Nomor 14 Tahun 2021.

Lebih jauh Menteri Trenggono menjelaskan, penataan kabel atau pipa di bawah laut sangat penting agar pemanfaat ruang laut lebih optimal. Baik itu untuk labuh jangkar kapal, pariwisata, telekomunikasi, pertambangan, hingga kelestarian ekosistem di ruang laut itu sendiri.

Sebagai tindaklanjut terbitnya aturan, para Menteri Trenggono, pihaknya berencana melakukan sosialisasi di sejumlah titik. “Alternatif lokasi sosialisasi yaitu Jakarta, Batam, Manado Kupang, dan Jayapura,” urai Menteri Trenggono.

Selanjutnya KKP instruksi adanya pertemuan lintas-sektor membahas proses bisnis penyelenggaraan pipa atau kabel bawah laut sesuai dengan ketentuan UU 11/2020 tentang Cipta Kerja; PP 21/2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang; dan PP 24/2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik.

Sementara itu, Menko Marves Luhut Pandjaitan menjelaskan, dengan terbitnya aturan maka semua perizinan mengenai kabel dan pipa bawah laut akan berpusat di KKP.

Terbitnya Kepmen ini menurutnya, menunjukkan keseriusan pemerintah menata kabel maupun pipa yang ada di bawah laut.

Dia meminta kementerian / lembaga terkait segera menyelesaikan ( Standar Operasional Prosedur ) yang menjadi acuan teknis penyelenggaran pipa atau kabel bawah laut. Penyelesaian SOP ini paling lama hingga Juni 2021.

"Ini sesuai target kita dan saya sudah liat kepmennya. Selanjutnya mana saja atau kabel yang habis kontraknya segera berakhir (ditata). Jangan lagi ada kejadian seperti di Surabaya kabel tidak tertanam, atau ada kabel atau pipa yang tertabrak kapal. Harus disiplin, kita tunjukan negeri kita tertib, ”tegasnya.

Editor: