Iklan DPRK ABES Ucapan Selamat Sekda

Khutbah Jum'at di Masjid Madinah, Ini Pesan Katib Syuriyah NU Pidie Jaya

Khutbah Jum'at di Masjid Madinah, Ini Pesan Katib Syuriyah NU Pidie Jaya

RUANGBERITA.CO I Pidie Jaya - Syari'at Islam telah menjelaskan agar setiap pasangan Muslim menciptakan keluarga yang syakinah mawaddah dan warahmah. Kemudian berkewajiban mempertahankan kehormatan rumah tangga dan menjaga keluarga dari azab api neraka.

Demikian diantaranya pesan yang disampaikan Tgk Muhammad Ja'far, M. Sos selaku Katib Syuriah PCNU Kabupaten Pidie Jaya dalam khutbah Jum'at di Masjid Madinah Meunasah Dayah Kruet Kemukiman Kuta Baroh, Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya, Jum'at, (19/2/2021).

Agamawan muda Pidie Jaya yang akrab disapa Waled Meunasah Paku mengatakan, keluarga Muslim juga harus memperkuat rumah tangga masing-masing agar terhindar dari api neraka. Ini sebagaimana disebutkan dalam Alquran Surah At Tahrim ayat 6, kita diperintahkan untuk menjadi diri dan keluarga kita dari siksa api neraka "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (Attahrim:6)

"Kita sebagai kepala keluarga harus mampu mengelola dan menjadi manajer handal dalam berkeluarga. Keberadaan keluarga merupakan salah satu unsur penting dalam Islam. Sebab masyarakat dan negara terbentuk oleh sekelompok keluarga. Jika keluarga sehat dan kuat maka suatu negara akan sehat dan kuat pula," sambungnya yang akrab disapa Waled Meunasah Paku yang juga Pimpinan Dayah LPI Hidayatullah Al-Aziziyah Ulee Gle.

Selanjutnya, dosen IAIA Samalanga itu menambahkan kita juga harus mampu mendidik anak menjadi sosok generasi berintegritas dan berakhlak mulia.

"Kita sangat berharap anak sebagai investasi akhirat harus mampu kita wujudkan dibarengi dengan ilmu pengetahuan baik agama dan umum plus Akhlakul Karimah serta berkarakter,"

Selanjutnya Waled juga mengajak masyarakat dan jamaah di bulan yang mulia ini yakni bulan Rajab untuk menghidupkannya dengan berbagai macam ibadah dan amaliah.

"Kita kembali berada di bulan Rajab (Buleun Apam) dan sudah menjadi tradisi endatu kita wajah tasmiah (indikator) Rajab sebagai bulan Apam sebagai bulan untuk memperbanyak amaliah dan kebaikan khususnya bersedekah dengan membuat Apam," lanjutnya.

Terakhir alumni Pascasarjana IAIN Lhokseumawe itu berharap untuk terus melakukan pembenahan dan introspeksi diri di bulan yang mulia ini (Rajab)

"Mari kita memperbanyak mengoreksi diri dari pada terlalu banyak membicarakan kesalahan orang lain terlebih di bulan Rajab, meskipun tidak menambah kebaikan minimal mengurangi kesalahan dan dosa," tutupnya