Breaking News

Ketua KIP Abdya Dijadikan Tersangka Kasus Judi Poker, Ketua Panwaslih Abdya Pastikan Lapor Ke DKPP

Ketua KIP Abdya Dijadikan Tersangka Kasus Judi Poker, Ketua Panwaslih Abdya Pastikan Lapor Ke DKPPFoto Ist

RUANGBERITA.CO | Blang Pidie - Ketua Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Ilman Syahputra pastikan akan membuat laporan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) terhadap Ketua KIP Abdya Sanusi yang terjerat kasus perjudian.

Laporan ke DKPP ini dilakukan setelah mendapatkan pemberitahuan resmi ditetapkannya Ketua KIP Abdya ini sebagai tersangka sesuai digerebek polisi saat bermain judi kartu poker bersama sembilan temannya di Gampong Alue Pisang, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Abdya pada Kamis, 9 September 2021 lalu.

"Benar, yang bersangkutan akan kita laporkan ke DKPP untuk diproses sesuai aturan yang berlaku," ujar Ilman Syahputra saat dikonfirmasi RUANGBERITA.CO, pada Kamis (23/9/2021).

Lihat juga: Polisi Tetapkan Ketua KIP Abdya Jadi Tersangka Kasus Perjudian, Ini Penjelasan Kasatreskrim Polres Abdya

Lanjut Ilman, dengan ditetapkannya yang bersangkutan sebagai tersangka, maka sudah memenuhi unsur untuk dilaporkan ke DKPP tentang pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu agar diberikan sanksi sesuai dengan hasil persidangan di DKPP nantinya.

“Dalam peraturan DKPP Nomor 2 tahun 2017, sangat jelas mengatur, bahwa penyelenggara, apakah KIP dan Panwaslih harus menjaga kode etik” kata Ilman.

Ilman menilai pelanggaran yang dilakukan oleh Ketua KIP Abdya ini merupakan pelanggaran yang fatal dan mencoreng kehormatan penyelenggara pemilu.

"Makanya kemarin kita lakukan koordinasi dengan anggota panwaslih lainnya, dimana kesimpulan dalam rapat itu menjadikan kasus itu sebagai temuan yang dapat diteruskan ke DKPP sebagai pelanggaran kode etik, beda dengan polisi yang melihat pelanggaran itu sebagai pelanggaran pidana ya," terang Ketua Panwaslih Abdya.

Bukan itu saja, sebut Ilman, dalam PKPU Nomor 8 Tahun 2019 juga sangat jelas mengatur sanksi bagi penyelenggara pemilu yang melanggar kode etik bisa dinonaktifkan bahkan diberhentikan.

"Ya dalam beberapa hari kedepan akan kita sampaikan pengaduannya ke DKPP," ujar Ilman.

Editor: