Breaking News

Iklan DPRK ABES Ucapan Selamat Sekda

Kenali Gejala Radang Amandel dan Penangganannya

Kenali Gejala Radang Amandel dan Penangganannya

Oleh dr. Habibi Hibatullah

Amandel atau tonsil adalah organ limfoid yang menjadi "garda terdepan" pertahanan tubuh dalam melawan berbagai infeksi terutama pada usia bayi dan anak sebelum 2 tahun. Ketika bernapas, ada banyak bakteri atau virus yang terhirup. Pada saat itu, amandel bertugas untuk menghadang bakteri atau virus penyebab infeksi tubuh.

Seiring  dengan perkembangan umur, sistem kekebalan tubuh makin kuat dan perlahan-lahan tugas amandel (tonsil) sebagai penangkal infeksi mulai tergantikan. Ketika peran amandel (tonsil) sudah tidak dibutuhkan lagi, kedua kelenjar ini kemudian berangsur-angsur menyusut

Kondisi peradangan amandel dengan isitilah medisnya "tonsilitis" bisa disebabkan oleh adanya infeksi bakteri dan kuman yang tersebar dilingkungan. Beberapa gejala yang akan dirasakan diantaranya adalah batuk, flu dan demam. Dimana beberapa gejala ini adalah gejala yang sangat umum ketika peradangan amandel kambuh.
Amandel merah dan bengkak, munculnya lapisan putih atau kuning di atas amandel, suara serak, rasa sakit pada tenggorokan, kelenjar getah bening yang membengkak di leher dan demam

Pada gejala yang ringan, penyakit ini dapat merupakan bagian dari ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) atau yang lebih dikenal sebagai influenza. Sedangkan pada kondisi yang berat dimana terjadi karena infeksi bakteri penyakit ini akan menimbulkan gejala yang berat dan sangat mengganggu aktifitas penderitanya. Penyakit ini dapat bersifat akut (mendadak) atau kronik (lama dan berulang). Serangan radang tenggorok akut ditandai dengan gejala nyeri pada tenggorok, nyeri saat menelan, demam, sakit kepala, badan lemas, kadang disertai batuk dan pilek.

Bila tidak ditangani dengan baik radang amandel dapat menimbulkan komplikasi, karena dapat meluas ke daerah leher dalam dan menimbulkan abses, dimana akan terbentuk nanah didalam leher yang sangat berbahaya. Sedangkan pada yang kronik dan sering menimbulkan serangan radang biasanya berhubungan dengan infeksi kronis pada tonsil (amandel) sehingga harus dilakukan operasi pengangkatan amandel yaitu tonsilektomi.

Penangganan Radang Amandel (Tonsilitis)

Kasus tonsilitis yang disebabkan virus biasanya berlangsung sementara dengan gejala yang ringan.

Sebagian besar kasus tonsilitis yang diakibatkan oleh virus akan membaik dalam waktu 7-10 hari sehingga bisa diatasi dengan perawatan di rumah. Termasuk dengan memastikan tubuh mendapatkan cairan yang cukup dan konsumsi obat pereda nyeri.

Namun, kondisi radang tenggorokan yang tidak kunjung sembuh membutuhkan penanganan medis.

Apabila radang amandel disebabkan oleh infeksi bakteri, maka harus minum antibiotik untuk membantu melawan infeksi bakteri. Tetapi, konsumsi obat-obatan tersebut dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik. Maka itu, pengobatan ini biasanya hanya diberikan pada kasus radang yang cukup parah dan berpotensi menimbulkan komplikasi.

Penangganan terakhir untuk radang amandel adalah prosedur operasi pengangkatan amandel disebut dengan tonsilektomi. Biasanya, prosedur ini hanya dilakukan pada penderita radang amandel kronis atau berulang.

Tonsilektomi dapat meredakan masalah pernapasan atau kondisi kesulitan menelan yang Anda alami. Meski begitu, prosedur ini juga memiliki risiko infeksi pada jangka panjang. Umumnya peluang keberhasilan operasi cukup besar untuk menyembuhkan tonsilitis. [•]