Breaking News

Iklan DPRK ABES Ucapan Selamat Sekda

Kejagung Periksa Enam Saksi Kasus Korupsi Asabri

Kejagung Periksa Enam Saksi Kasus Korupsi Asabri

RUANGBERITA.CO I Jakarta - Penyidik ​​Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada PT. Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI).

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, menjelaskan enam undang yang sebenarnya, TK selaku Ketua KSO Duta Regency Karunia Metropolitan Kuningan Properti, HPR selaku Komisaris PT Wimofa Internasional Investment dan Direktur PT Vivaces Prabu Investama, AAH selaku Direktur PT Sugih Energy, Tbk (SUGI), AI selaku Direktur Misae Asset Securities, AA selaku Direktur MNC Securities dan RMOYN selaku Direktur Mandiri Sekuritas.

"Pemeriksaan dilakukan guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan bukti tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT. Asabri," ujar Eben Ezer dalam surat tertulisnya, Selasa (23/2/2021).

Pemeriksaan dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan COVID-19, antara lain dengan memperhatikan jarak aman antara kewenangan dengan Penyidik ​​yang telah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Para saksi wajib mengenakan masker dan selalu tangani pembersih tangan sebelum dan sesudah pemeriksaan.

Dalam kasus ini, Kejagung telah menjatuhkan sembilan tersangka diantaranya, JS selaku Direktur Jakarta Emiten Investor Relation, ARD dan SW selaku mantan Direktur Utama PT. Asabri, BE mantan Direktur Keuangan PT. Asabri, HS mantan Direktur PT. Asabri, IWS mantan Kadiv Investasi PT. Asabri, LP selaku Direktur Utama PT. Prima Jaringan, BTS selaku Direktur PT. Hanson Internasional dan HH selaku Direktur PT. Trada Alam Minera dan Direktur PT. Maxima Integra.

Kejagung juga telah menyita barang bukti berupa 131 eksemplar Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) dari BTS tersangka atas nama PT. HT dengan luas 183 hektar terletak di Kecamatan Curugbitung (pemekaran Kecamatan Maja) Kabupaten Lebak Propinsi Banten.

Penyidik ​​pun menyita tanah seluas 194 hektar, terdiri dari 566 bidang tanah Hak Guna Bangunan (HGB) di Kecamatan Curugbitung, Kecamatan Sajirah dan Kecamatan Maja Kabupaten Lebak Provinsi Banten.

Selain itu, disita pula tanah seluas 33 hektar yang terdiri dari 158 sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) di Kecamatan Kalang Anyar, Kecamatan Cibadak, dan Kecamatan Rangkas Kabupaten Lebak Provinsi Banten.

Sedangkan dari tersangka HH, penyidik ​​menyita barang bukti berupa satu unit mobil Ferari tipe F12 Berlinetta No. Pol. B 15 TRM beserta STNK, BPKB dan bukti pelunasan pembelian kendaraan. Juga satu unit kapal LNG Aquarius atas nama PT. Hanochem Shipping, dan dokumen kepemilikan kapal sebanyak sembilan kapal Barge / Tongkang dan 10 Kapal Tug Boat.

Akibat perbuatan para tersangka, kerugian keuangan Negara dihitung oleh BPK dan untuk sementara sebesar Rp23.739.936.916.742,58.

Editor: