Breaking News

Kasus Dugaan Mesum Oknum ASN Kemenag Aceh Dihentikan, Begini Reaksi Haji Uma

Kasus Dugaan Mesum Oknum ASN Kemenag Aceh Dihentikan, Begini Reaksi Haji Uma

RUANGBERITA.CO | Banda Aceh -  Anggota DPD RI asal Aceh H. Sudirman meminta kasus dugaan mesum yang melibatkan oknum ASN Kemenag Aceh dapat kembali di proses hukum.

Hal tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Haji Uma dalam menanggapi persoalan Satpol PP dan WH Banda Aceh yang menghentikan penyelidikan kasus dugaan mesum oknum ASN Kemenag Aceh belakangan ini.

"Saya minta penegak hukum untuk melanjutkan proses hukum sampai tuntas terhadap oknum pejabat Kemenag Aceh yang diduga melakukan mesum," kata Haji Uma kepada RUANGBERITA.CO, Kamis (11/11/2021).

Lihat juga: Satpol PP dan WH Banda Aceh Hentikan Penyidikan Kasus Dugaan Mesum Oknum ASN Kemenag, Ini Penjelasannya

Menurut Haji Uma, apabila kasus tersebut tidak dilanjutkan nantinya akan menimbulkan reaksi negatif dari masyarakat terhadap Satpol PP dan WH Banda Aceh.

Bahkan, menurutnya bukan tugas dari Satpol PP dan WH Banda Aceh untuk dapat menghentikan suatu proses hukum terhadap kasus yang sedang diusut.

"Hanya pengadilan yang berhak menghentikan proses hukum yang sedang berjalan," katanya.

Lihat juga: Kasus Dugaan Mesum Oknum ASN Kemenag Aceh Dihentikan, Pengamat Sebut Satpol PP Bukan Institusi Peradilan

Apalagi, oknum ASN Kemenag Aceh sebelumnya sempat ditahan selama 20 hari setelah Satpol PP dan WH memiliki bukti yang cukup.

"Tidak masuk akal jika Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh berdalih tidak cukup bukti, sementara tersangka sempat ditahan, tidak boleh menahan orang sembarangan jika tidak memenuhi unsur, nanti penegak hukum dapat dituntut balik," ujarnya.

Selain itu, dirinya memastikan akan menyurati Menteri Agama RI untuk melakukan pembinaan dan mencopot bawahannya yang diduga melanggar Syariat Islam yang di Aceh tersebut.

“Penegakan hukum Syariat Islam di Aceh tidak boleh main-main, nanti masyarakat tidak percaya lagi terhadap implementasi hukum dan terkesan hanya berlaku bagi masyarakat bawah,” tegas Haji Uma.

Editor: