Breaking News

Kanker Serviks Bisa Ditekan dengan Pencegahan Primer

Kanker Serviks Bisa Ditekan dengan Pencegahan Primer

RUANGBERITA.CO I Jakarta - Saat ini penyakit tidak menular, termasuk kanker menjadi masalah kesehatan utama, baik di dunia maupun di Indonesia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan terdapat 9,6 juta kasus kematian pada 2018 yang disebabkan oleh kanker.

Sedangkan di Indonesia, kanker menjadi penyebab dari 207.210 kasus kematian sepanjang tahun 2018. Kanker paru-paru, payudara, dan serviks uteri menjadi jenis kanker yang paling banyak diderita.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, menyebutkan gambaran di Indonesia proporsi kasus kanker di RS. Kanker Dharmais Tahun 2018, kanker serviks berada di juara 2 sebesar 10,69 persen dari kasus kanker setelah kanker payudara.

“Insiden kanker serviks sebenarnya dapat ditekan dengan melakukan upaya pencegahan primer seperti meningkatkan atau intensifikasi kegiatan penyuluhan kepada masyarakat untuk menjalankan pola hidup sehat,” kata Hasto.

Melalui keterangan resminya, Kamis (25/2/2021) Hasto melanjutkan menghindari faktor risiko terkena kanker, melakukan immunisasi dengan vaksin HPV dan diikuti dengan deteksi dini kanker serviks.

Hasto mengatakan deteksi dini tersebut melalui pemeriksaan pap smear atau IVA (inspeksi visual dengan menggunakan asam asetat). Bagian dari pemicu kanker serviks karena kurangnya menjaga kebersihan, juga pelaku seks, juga merokok.

Hasto mengungkapkan BKKBN selalu berkampanye untuk Three Zeros yaitu hindari seks pranikah, seks pada usia dini sehingga seksnya diatas 20 tahun. Juga hindari narkotika, karena hampir 100 persen perempuan yang terpapar narkoba menderita kanker serviks.

Hasto mengatakan BKKBN selalu menjadi sahabat keluarga dan sahabat remaja. Oleh karena itu pendekatan para remaja tentang kesehatan reproduksi remaja melalui teman sebaya perlu terus dilakukan.

“Karena remaja jika diberitahu oleh orangtua tidak akan mendengarkan, tapi apabila diberitahu oleh teman sebaya mereka mendengarkan,” kata Hasto.

Angka kejadian penyakit kanker di Indonesia (136.2/100.000 penduduk) berada pada urutan 8 di Asia Tenggara, sedangkan di Asia urutan ke 23. Angka kejadian tertinggi di Indonesia untuk laki laki adalah kanker paru yaitu sebesar 19,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 10,9 per 100.000 penduduk.

Kemudian diikuti kanker hati sebesar 12,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 7,6 per 100.000 penduduk. Sedangkan angka kejadian untuk perempuan yang tertinggi adalah kanker payudara yaitu sebesar 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk.

Lalu kanker leher rahim sebesar 23,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 13,9 per 100.000 penduduk. 

Editor:
Selamat Hari Raya Diskominfo Aceh
Iklan Bank Aceh Selamat Hari Raya
Iklan Pemkab Pijay
Selamat Hari Raya Sekda Aceh