Breaking News

Jokowi Lanjutkan PPKM Darurat hingga 25 Juli, Ada Potensi Dilonggarkan

Jokowi Lanjutkan PPKM Darurat hingga 25 Juli, Ada Potensi Dilonggarkan

RUANGBERITA.CO I JAKARTA--Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat hingga Minggu 25 Juli 2021. Ke depan, pemerintah akan terus memantau, memahami dinamika dan mendengar pendapat masyarakat yang terdampak kebijakan pengetatan kali ini. 

Perpanjangan PPKM juga akan menimbang perkembangan tren kasus Covid-19 ke depan. Presiden Joko Widodo mengatakan, jika kasus terus mengalami penurunan maka Senin 26 Juli 2021 akan dilakukan relaksasi dengan pembukaan pembatasan secara bertahap. Beberapa aturan tersebut seperti;

  •  Pasar tradisional yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari diizinkan buka sampai pukul 20.00 dengan kapasitas pengunjung 50%;
  • Pasar tradisional, selain yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari, diizinkan dibuka sampai dengan pukul 15.00 dengan kapasitas maksimal 50%. Syaratnya, menerapkan protokol kesehatan ketat dan pengaturannya ditetapkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda);
  • Pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan usaha kecil lain yang sejenis, diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai pukul 21.00 dan pengaturan teknisnya diatur Pemda;
  • Warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka diijinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 21.00 dan maksimum waktu makan untuk setiap pengunjung 30 menit;
  • Sedangkan kegiatan yang lain pada sektor esensial dan kritikal, baik di pemerintahan maupun swasta, serta terkait dengan protokol perjalanan, akan dijelaskan terpisah. 

"Saya minta kita semua bisa bekerjasama dan bahu membahu untuk melaksanakan PPKM ini, dengan harapan kasus akan segera turun dan tekanan kepada rumah sakit juga menurun," ujar Jokowi dalam pernyataan secara virtual, Selasa (20/7).

Selanjutnya, dia juga mengingatkan agar masyarakat terus meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan. Bagi yang melakukan isolasi karena bergejala, bisa diberikan pengobatan sedini mungkin.

Pemerintah juga terus membagikan paket obat gratis untuk pasien Covid-19 dengan ketentuan orang tanpa gejala (OTG) dan gejala ringan. Rencananya, akan ada 2 juta paket obat yang disiapkan untuk pasien positif Covid-19.

Untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19, pemerintah juga mengalokasikan tambahan anggaran perlindungan sosial Rp 55,21 triliun, berupa bantuan tunai, bantuan sembako, bantuan kuota internet dan juga subsidi listrik.  Tak hanya itu, pemerintah juga memberikan insentif untuk usaha mikro informal sebesar sebesar Rp 1,2 juta untuk sekitar 1 juta Usaha Mikro.

"Saya sudah memerintahkan kepada para Menteri terkait untuk segera menyalurkan bansos tersebut kepada warga masyarakat yang berhak," katanya. Adapun penerapan PPKM Darurat yang dimulai 3 Juli 2021 dinilai sebagai kebijakan yang tidak bisa dihindari dan harus diambil meskipun sangat berat.

Upaya tersebut diharapakan bisa menekan penularan Covid-19. Kebutuhan masyarakat akan pengobatan di Rumah Sakit juga berkurang, sehingga layanan kesehatan dapat dimaksimalkan untuk pasien dengan penyakit kritis lainnya. 

"Setelah dilaksanakan PPKM Darurat, terlihat dari data, penambahan kasus dan kepenuhan bed rumah sakit mengalami penurunan," katanya.

Ke depan, Presiden mengajak seluruh lapisan masyarakat dan seluruh komponen bangsa, untuk bersatu melawan Covid-19. Melalui usaha bersama, harapannya Indonesia bisa segera terbebas dari Covid-19 dan bisa melangsungkan kegiatan sosial dan ekonomi secara normal. []

Editor:
Sumber:Katadata.co.id
Iklan Idul Adha Bupati Abes
Iklan Idul Adha Gub Aceh