Breaking News

Jazuli Abubakar, Terbitkan Buku untuk Menjawab Masalah Ummat

Jazuli Abubakar, Terbitkan Buku untuk Menjawab Masalah Ummat
Dewan Guru Dayah MUDI Mesra Samalanga, Jazuli Abubakar.

RUANGBERITA.CO I BANDA ACEH-- Berangkat dari berbagai polemik pemahaman agama yang timbul di tengah masyarakat, Jazuli Abubakar, berinisiatif menulis sebuah buku untuk menjawab sejumlah permasalahan tersebut. Ia menabalkan "Menjerat Akal" untuk karya yang baru ia rilis pada April lalu itu.

Jazuli merupakan seorang Dewan Guru dan juga santri di Dayah MUDI Mesra Samalanga. Dunia tulis menulis tidak lah asing bagi pria kelahiran 1997 itu. Kecintaannya untuk menulis timbul saat ia mulai menginjakkan kakinya di dayah tempat ia menuntut ilmu sekarang, pada tahun 2013 lalu.


"Saya begitu kagum ketika melihat begitu banyaknya kitab karya Ulama dulu yang sampai sekarang masih dipelajari dan dibaca oleh banyak orang, dari situlah saya termotivasi dan bercita-cita agar saya bisa menghasilkan sebuah karya  yang suatu hari nanti  juga akan dibaca oleh orang lain," kata Jazuli pada Senin pekan terakhir di bulan Mei.

Menjerat Akal merupakan buku pertamanya yang ia rilis pada April 2021 lalu. Buku itu berisi tentang jawaban atas berbagai problematika dari kasus keimanan hingga konflik perang yang terjadi di dunia.

Topik yang diangkat dalam buku itu sedikit banyaknya membahas tentang beberapa kasus yang masih simpang siur dalam Islam. Seperti pro kontra poligami dan monogami, kesetaraan gender, konflik negara Islam, dan lainnya.


Menurut Jazuli, sebagian besar masyarakat saat ini  kurang bertindak atas dasar agama. Mereka hanya mengandalkan akal semata dalam setiap tindakan sehingga menyebabkan salah kaparah dan gagal paham dalam tindakannya.


"Akhir-akhir ini, banyak problem yang timbul di lingkungan masyarakat mulai dari masalah di lingkungan kecil seperti keluarga, sampai masalah yang besar seperti konflik dunia.
Di sisi lain manusia dituntut untuk selalu survive dan menemukan solusi atas masalah yang sebenarnya diciptakan oleh manusia itu sendiri," ujar anak ketujuh dari delapan bersaudara pasangan Waled Abubakar dan Ummi Siti Aminah itu.

Jazuli mencoba menjawab permasalahan tersebut melalui ilmu yang ia pelajari selama ini dengan menumpahkannya dalam sebuah buku. Karena itu, buku itupun sarat dengan referensi dari berbagai kitab kuning yang dipelajarinya selama di dayah.

Tidak memerlukan waktu yang lama, dua pekan setelah buku tersebut dicetak pada 26 April lalu, bukunya habis terjual di pasaran. Ia pun merasa senang atas antusias masyarakat yang berminat membaca karyanya itu.

"Kemudian karena besarnya apresiasi dan juga permintaan dari berbagai pihak, pada hari raya kedelapan saya pun melakukan cetak ulang yang tentu bukunya hadir dengan revisi dan tambahan tema untuk menyempurnkan edisi sebelumnya," kata Jazuli.

Mengawali penerbitan buku pertamanya,  alumni Institut Agama Islam Al Aziziyah itu mengaharapkan semua pihak dapat memberikan saran dan kritik yang membangun atas karyanya itu. Ia mengaku perlu terus melakukan pembenahan dan terus belajar agar ke depan dapat menghasilkan karya yang lebih baik.

"Harapannya, semoga buku dan karya-karya saya ke depan berguna dan bermanfaat bagi saya sendiri dan seluruh pembaca, juga menjadi ladang amal bagi semuanya, amiin," ujar Jazuli. [•]