Breaking News

Jahe Mampu Tingkatkan Daya Tahan Tubuh di Masa Pandemi

Jahe Mampu Tingkatkan Daya Tahan Tubuh di Masa Pandemi

RUANGBERITA.CO | Banda Aceh - Jika berbicara mengenai rempah-rempah atau bumbu dapur, tentu kita tak asing dengan yang namanya jahe. Jahe (Zingiber officinale), merupakan tanaman rimpang yang sangat populer baik untuk bahan masak maupun bahan pengobatan. Rasa dominan pedas yang dihasilkan jahe disebabkan oleh senyawa keton bernama zingeron.

Jahe diperkirakan berasal dari India. Namun, ada pula yang mempercayai jahe berasal dari Republik Rakyat Tiongkok Selatan. Dari India, jahe dibawa sebagai rempah perdagangan hingga Asia Tenggara, Tiongkok, Jepang, hingga Timur Tengah. Kemudian pada zaman kolonialisme, jahe yang bisa memberikan rasa hangat dan pedas pada makanan segera menjadi komoditas yang populer di Eropa.

Dimasa pandemi seperti saat ini, kita dituntut untuk menjaga kesehatan agar tidak terpapar virus. Banyak hal yang bisa dilakukan seperti rutin berolahraga, istirahat yang cukup, banyak minur air serta konsumsi makanan atau minuman yang dapat meningkatkan imun tubuh. Daya tahan tubuh atau imunitas menjadi perisai yang menjaga tubuh dari serangan virus serta bakteri pemicu penyakit seperti virus corona.

Jahe sendiri merupakan salah satu bahan alami yang mudah ditemukan serta dapat digunakan untuk mempertahankan serta memperkuat ketahanan tubuh. Hal itu karena jahe mempunyai sifat antioksidan, antiradang, dan antibakteri. Kandungan tersebut membuat jahe diyakini dapat memperkuat daya tahan tubuh dan mencegah infeksi.

Untuk mendapatkan berbagai manfaat jahe, tumbuhan yang berwarna kuning terang itu dapat dikonsumsi dengan cara merebus dan meminum langsung air rebusan tersebut atau bisa mencampurkannya dengan susu, lemon, ataupun madu. Jahe juga dapat diolah menjadi teh, ditambahkan dalam bumbu masakan, atau dikonsumsi dalam produk herba yang mengandung ekstrak jahe.

Manfaat lain jahe bagi kesehatan yaitu mengatasi masalah pencernaan, mengurangi mual bagi ibu hamil, mengurangi rasa sakit, baik sakit otot akibat berolahraga maupun rasa sakit akibat menstruasi. Selain itu, jahe juga menunjang proses detoksifikasi dan mencegah penyakit kulit, anti peradangan serta membantu dalam menurunkan berat badan.

Selain itu sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Annals of New York Academy of Sciences, yang telah meneliti lebih dari dari 60 temuan penelitian terdahulu dan dilakukan pada kultur sel, hewan percobaan, dan manusia. Secara keseluruhan hasil penelitian menyebutkan bahwa jahe dan berbagai senyawa yang terkandung di dalamnya memberikan efek menguntungkan terhadap obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.

Bersamaan dengan itu, jahe pun telah terbukti mampu menghambat stres oksidatif (bentuk penuaan seluler), memiliki sifat anti-inflamasi, menurunkan kadar kolesterol serta tekanan darah. Bahkan, jahe bisa mengurangi aterosklerosis, yaitu penumpukkan lemak berbahaya di pembuluh darah arteri. Dalam penelitian itu, dijelaskan bagaimana rempah jahe berperan dalam pembakaran lemak, pencernaan karbohidrat, dan produksi insulin.

Meskipun memiliki segudang manfaat, jahe juga memiliki efek samping apabila dikonsumsi secara berlebihan. Jahe dapat menyebabkan sakit perut, perut kembung terasa panas, hingga mulas dan diare. Batas maksimal mengonsumsi jahe adalah sebanyak 4 gram per hari. Konsumsi jahe dalam bentuk apa pun juga dikhawatirkan menimbulkan interaksi berbahaya jika dikonsumsi bersamaan dengan obat pengencer darah. Jika ingin mengonsumsi jahe bersamaan dengan obat-obatan tertentu, sebaiknya dikonsultasikan terlebih dulu dengan dokter sebelum agar tidak memberikan dampak buruk bagi tubuh. []

Editor: