Breaking News

Ingin Cepat Bebas, Warga Non Muslim Lebih Pilih Dicambuk Ketimbang Penjara

Ingin Cepat Bebas, Warga Non Muslim Lebih Pilih Dicambuk Ketimbang PenjaraCNN Indonesia

RUANGBERITA.CO I BANDA ACEH - Tiga warga nonmuslim di Aceh mengaku lebih memilih dicambuk sebagai hukuman atas perbuatan mereka melanggar syariat Islam, yakni meminum khamar.

Hal tersebut mereka ungkapkan saat menjalani vonis 40 kali cambukan karena terbukti secara sah melanggar, di Taman Bustanussalatin, Banda Aceh, Senin (8/2/2021).

Hermanto Tamba, salah satu terpidana hukuman cambuk non muslim mengatakan, dirinya memilih hukuman cambuk agar cepat bebas.

“Kalau pidana kurungan akan lebih lama di penjara saya juga ingin merasakan cambukan agar lebih berefek,” kata Hermanto Tamba seperti dikutip dari Okezone.

Ketiga warga nonmuslim itu tertangkap saat sedang minum alkohol di salah satu warung di Kawasan Banda Aceh. Alasan Ketiganya  secara sukarela memilih dicambuk adalah karena bisa cepat bebas.

Tiga warga nonmuslim itu dicambuk bersama empat pelanggar lainnya termasuk dua orang perempuan yang dihukum karena berbuat khalwat atau mesum dengan berbeda beda mulai dari enam kali cambukan hingga 17 kali cambukan.

Para terhukum cambuk terlihat menahan rasa sakit saat rotan algojo mendarat di bahu terpidana. Bahkan salah satu terpidana perempuan sempat diberikan waktu jeda saat sedang dicambuk.

Kasat Pol PP Banda Aceh Heru triwijanarko mengatakan, ada tujuh terpidana pelanggar syariat islam yang dieksekusi hari itu termasuk tiga warga non muslim yang melanggar khamar. Sedangkan empat pelanggar lainnya terpidana khalwat.

“Yang non muslim lebih memilih dicambuk daripada pidana kurungan,” kata Heru Triwijanarko.

Usai menjalani proses uqubat cambuk para terpidana bisa langsung bebas dan bisa kembali berbaur dengan masyarakat.

Sumber:Okezone
Iklan Biro Pengadaan Barang dan Jasa
DPRK Aceh Besar Ucapan Ramadhan
Iklan Badana Pengelola Keuangan Aceh