Breaking News

Gubernur Aceh Bahas Investasi Hijau dalam Kunjungannya ke Abu Dhabi

Gubernur Aceh Bahas Investasi Hijau dalam Kunjungannya ke Abu DhabiGubernur Aceh melakukan pertemuan di Abu Dhabi untuk membahas investasi hijau.

RUANGBERITA.CO | Banda Aceh - Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dalam kunjungannya ke Abu Dhabi bertemu dengan Przemek Lupa dan Fatima AlMadhloum AlSuwaidi dari Masdar, sebuah anak perusahaan Mubadala, untuk membicarakan kemungkinan investasi di bidang energi terbarukan di Aceh pada Rabu (7/4/2021).

Perusahaan yang berdiri sejak 2006 itu telah memiliki portofolio usaha di bidang energi berkelanjutan dan teknologi serta inovasi. Hingga kini, Masdar beroperasi di lebih 30 negara, melakukan investasi lebih dari US$ 19,9 Milyar dengan total energi yang dibangun sebesar 10,7 Gigawats.

Pertemuan tersebut bertempat di Kantor Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) untuk menindak lanjuti letter of intent pengembangan pariwisata di Pulau Banyak.

Gubernur Aceh menyampaikan bahwa salah satu target pembangunan Aceh adalah meningkatkan kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi Aceh.

“Target ini sejalan dengan Program Unggulan Aceh Green dan Aceh Energi yang menjadikan energi terbarukan sebagai sasaran peningkatan dalam penyediaan energi di Aceh, ” ucap Nova.

Gubernur Aceg juga menawarkan peluang bagi Masdar untuk menggantikan pembangkit energi berbasis fosil/diesel dengan pembangkit energi terbarukan terutama di daerah kepulauan seperti Sabang, Simeulue dan Pulau Banyak.

Kepala DPMPTSP, Marthunis, mengatakan bahwa Pemerintah Aceh menjamin bahwa proses perizinan investasi di Aceh mudah dan cepat.

“untuk mendapatkan rekomendasi gubernur, dipastikan hanya membutuhkan waktu 10 hari kerja sejak perizinan diajukan dengan persyaratan yang lengkap, ” tambahnya.

Delegasi yang turut hadir bersama Gubernur Aceh dalam pertemuan itu adalah Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Aceh, Marthunis, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin, Wakil Ketua DPR Aceh, Hendra Budian, Staf Khusus Gubernur Aceh, Iskandar, Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid dan Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani.

Dalam kesempatan lain, Gubernur Aceh juga melakukan pertemuan dengan Perwakilan Petro Gold Dubai. Salah satu perusahaan penyuplai minyak kayu cendana terkemuka di kawasan timur tengah, untuk membahas rencana investasi di hilirisasi kehutanan terutama komoditas kayu cendana itu sendiri.

Perwakilan Petro Gold LLC, Arkash Shetty, menyampaikan bahwa perusahaannya telah menandatangani kesepakatan pembelian kayu cendana dengan salah satu kelompok tani hutan tahun 2020.

“Kami berkomitmen untuk membangun industry kayu cendana di Aceh. Sejalan dengan hal tersebut, kami sudah mendirikan badan hukum Indonesia yang bernama PT. Eby Essentials sebagai bukti keseriusan berinvestasi di Aceh, ” jelas Arkash dalam pertemuan di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi Selasa (6/4/2021).

Selain melakukan pembelian kayu cendana dari petani, PT. Eby Essentials juga sedang mengajukan konsesi lahan kepada Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh untuk penanaman kayu cendana. Penanaman tersebut ditujukan untuk menjamin pasokan bahan baku untuk Industri yang akan dibangun di Kawasan Industri Aceh Ladong.

Arkash menambahkan bahwa penanaman kayu cendana oleh PT. Eby Essentials akan melibatkan transfer pengetahuan tentang bagaimana melakukan budidaya kayu cendana secara lebih cepat panen dan juga berkelanjutan.

Menanggapi rencana PT. Ebby, Gubernur Acehmenyarankan agar segera direalisasikan.

"Apalagi saat ini, PT. PEMA sebagai pengelola KIA Ladong sedang menawarkan paket promosi investasi melalui pembebasan/pengurangan tarif sewa lahan. Prinsipnya First Come, First Serve" pungkas Gubernur Aceh. []

Selamat Hari Raya Diskominfo Aceh
Iklan Bank Aceh Selamat Hari Raya
Iklan Pemkab Pijay
Selamat Hari Raya Sekda Aceh